Example: bachelor of science

Paritta Suci - Samaggi Phala

Paritta SUCIK umpulan Paritta dan PenggunaannyaDalam Upacara-UpacaraPenerbitYayasan Dhammad pa r maPARITTA SUCI Yayasan Dhammad pa r maBagian PenerbitJl. Terusan Lembang D-59 Jakarta 10310 Cetakan Pertama, SA HA P J 2527/1983 Kedua, VIS KHA P J 2531/1987 Ketiga, M GHA P J 2531/1988 Keempat, VIS KHA P J 2533/1989 Kelima, VIS KHA P J 2536/1992 Keenam, VIS KHA P J 2538/1994 Ketujuh, VIS KHA P J 2540/1996 Penerbitan 019 Disusun dan diterjemahkan oleh,Sa gha Theravada Indonesia bekerja sama dengan MapanbudhiPENGANTARD alam kehidupan di dunia yang fana ini manusia umumnya tidak dapat terlepas dari pengalaman suka dan duka. Yang dimaksud dengan suka di sini adalah pengalaman-pengalaman yang mengarah pada kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan; sedangkan duka adalah pengalaman-pengalaman yang berupa tidak tercapainya, terhalangnya atau hilangnya kesejahteraan dan kebahagiaan tiap-tiap kejadian, manusia senantiasa membutuhkan suatu kekuatan moril yang merupakan dorongan untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan, atau untuk mengatasi kedukaan yang diderita.

Paritta-paritta dalam kitab ini dibagi-bagi sesuai dengan tujuan agar dapat dibaca pada peristiwa-peristiwa yang dimaksud di atas. Ada pun paritta-paritta yang sesuai dengan maksud tersebut jumlahnya amat banyak, maka oleh karenanya, sesuai dengan keperluan dan keadaan waktu yang tersedia, dapat dipilih paritta-paritta tertentu di

Tags:

  Paritta

Information

Domain:

Source:

Link to this page:

Please notify us if you found a problem with this document:

Other abuse

Advertisement

Transcription of Paritta Suci - Samaggi Phala

1 Paritta SUCIK umpulan Paritta dan PenggunaannyaDalam Upacara-UpacaraPenerbitYayasan Dhammad pa r maPARITTA SUCI Yayasan Dhammad pa r maBagian PenerbitJl. Terusan Lembang D-59 Jakarta 10310 Cetakan Pertama, SA HA P J 2527/1983 Kedua, VIS KHA P J 2531/1987 Ketiga, M GHA P J 2531/1988 Keempat, VIS KHA P J 2533/1989 Kelima, VIS KHA P J 2536/1992 Keenam, VIS KHA P J 2538/1994 Ketujuh, VIS KHA P J 2540/1996 Penerbitan 019 Disusun dan diterjemahkan oleh,Sa gha Theravada Indonesia bekerja sama dengan MapanbudhiPENGANTARD alam kehidupan di dunia yang fana ini manusia umumnya tidak dapat terlepas dari pengalaman suka dan duka. Yang dimaksud dengan suka di sini adalah pengalaman-pengalaman yang mengarah pada kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan; sedangkan duka adalah pengalaman-pengalaman yang berupa tidak tercapainya, terhalangnya atau hilangnya kesejahteraan dan kebahagiaan tiap-tiap kejadian, manusia senantiasa membutuhkan suatu kekuatan moril yang merupakan dorongan untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan, atau untuk mengatasi kedukaan yang diderita.

2 Untuk keperluan tersebut, Paritta - Paritta yang tertera dalam kitab ini telah digunakan turun-temurun oleh umat Buddha dan telah dirasakan kehidupan masyarakat ini kita mengalami peristiwa-peristiwa seperti: pernikahan, kelahiran, ulang tahun, menginjak kedewasaan, sakit, meninggal dunia atau kematian, dan peristiwa-peristiwa lain. Di samping itu ada pula pengharapan agar usaha-usaha dalam hidup memperoleh kemajuan; seperti: mendirikan/menghuni rumah baru, usaha baru dan dalam kitab ini dibagi-bagi sesuai dengan tujuan agar dapat dibaca pada peristiwa-peristiwa yang dimaksud di atas. Ada pun Paritta - Paritta yang sesuai dengan maksud tersebut jumlahnya amat banyak, maka oleh karenanya, sesuai dengan keperluan dan keadaan waktu yang tersedia, dapat dipilih Paritta - Paritta tertentu di samping yang wajib Paritta ini merupakan suatu usaha penyempurnaan dari buku-buku Paritta yang sudah digunakan selama sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang dengan penuh kesungguhan karena keyakinannya yang kuat terhadap Sang Tiratana membantu dalam usaha penyusunan, penterjemahan, dan penerbitan kitab Paritta Tuhan Yang Maha Esa, Sang Tiratana selalu membimbing dan melindungi GHA THERAVADA INDONESIAiii(Halaman ini memang kosong)ivDAFTAR Paritta Dalam bulan tahun, turun up saka/up sik.

3 Batu pertama rumah baru, pembukaan toko, perusahaan, pabrik dan untuk obat orang di sawah (pemberkahan benih).. janji janji di Puja ra G th .. j G th .. ganamak ra/Vandan .. cas gh G th .. gala ya Mett ra Phara .. hapaccavekkha dhi: Mett Bh van ..3316. r dhan Tisara a Pa cas r dhan r dhan Dhammadesan .. vat .. r dhan , Tisara a dan S r dhan Tisara a Pa cas r dhan r dhan Dhammadesan .. ganamak ra/Vandan .. cas ha gas Untuk Upacara Ma r dhan Devat .. ganamak ra/Vandan .. rasiddhi G th .. G th .. k ru ikon thoti di G th .. ra haka G th .. gala ya Mett aka gh gulim la ga n iya di G th .. Jaya Ma gala G th .. Atthaladdhoti di G th .. Tiratana Jaya Ma gala G th .. di G th .. Sutta G th .. Ma gala Cakkav nubhav di G th .. gala G th gala G th Untuk Upacara Avama ganamak ra/Vandan .. G th .. G th .. ma di G th.

4 Sukul G th .. vat ..111 Paritta Untuk Upacara Hari AsadhaDhammacakkappavattana Sutta ..117(Khotbah Pemutaran Roda Dhamma)..121 Paritta Untuk Upacara Setiap KesempatanAnattalakkha a Sutta ..127vii(Khotbah Tentang Sifat Bukan Aku)..130 dittapariy ya Sutta ..133(Khotbah Api)..136 Paritta Untuk Upacara Hari M gha P j Ov dap imokkh dip dap imokkh dip ho (Terjemahan)..142 Paritta Untuk Upacara Hari Trisuci WaisakBala Sutta ..146 Bala Sutta (Terjemahan)..148S r yadhamma Sutta ..150S r yadhamma Sutta (Terjemahan)..152P j G th Pada Hari Suci WaisakVis kha P j G th ..158K t P j Pada Hari Asadha s ha P j G th ..162K t P j Pada Hari Ka hinaKa hina G th ..164K t Pada Bulan Ka M ghaM gha P j G th ..165K t P j Pada Hari M Paritta DALAM UPACARA(Halaman ini memang kosong)2 PENGGUNAAN Paritta DALAM BULAN KANDUNGAN Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Buddh nussati Dhamm nussati Sa gh nussati Saccakiriy G th Abhaya Paritta atau Pattumodan Paritta Suma gala G th II (Pandita memercikkan air pemberkahan) KELAHIRAN Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a A gulim la Paritta (tiga, tujuh atau sembilan kali) Sakkatv Tiratana Paritta Suma gala G th II (Pandita memercikkan air pemberkahan) KELAHIRAN Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Culla Ma gala Cakkav a So Atthaladdho, tiga kali (untuk anak pria)S Atthaladdh , tiga kali (untuk anak wanita) Suma gala G th II (Pandita memercikkan air pemberkahan) TAHUN, TURUN TANAH Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Ma gala Sutta(Dimulai dari: Asevan ca b l na.)

5 So Atthaladdho, tiga kali (untuk pria)PENGGUNAAN Paritta DALAM UPACARA3S Atthaladdh , tiga kali (untuk wanita) Mah Jaya Ma gala G th Suma gala G th I (Pandita memercikkan air pemberkahan) dipotong Pubbabh ganamak ra/Vandan Abhaya Paritta Suma gala G th dipotong Pubbabh ganamak ra/Vandan Suma gala G th I (Pandita memercikkan air pemberkahan) UP SAKA/UP SIK Lihat halaman PERNIKAHAN Lihat halaman BATU PERTAMA diletakkan Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Ratanattay nubhav di G th Suma gala G th diletakkan Pubbabh ganamak ra/Vandan Suma gala G th I (Pandita memercikkan air pemberkahan)4 PENGGUNAAN Paritta DALAM RUMAH BARU, PEMBUKAAN TOKO, PERUSAHAAN, PABRIK DAN LAIN-LAIN Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Buddh nussati Dhamm nussati Sa gh nussati Ma gala Sutta(Dimulai dari: Asevan ca b l na ..) Kara ya Mett Sutta (bait 8, 9 dan 10) Culla Ma gala Cakkav a Suma gala G th I (Pandita memercikkan air pemberkahan) SUASANA/TEMPAT Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Buddh nussati Dhamm nussati Sa gh nussati Saccakiriy G th Kara ya Mett Sutta (bait 8, 9 dan 10) Khandha Paritta (Dimulai dari: Appam o Buddho.)

6 N iya Paritta Abhaya Paritta atau Pattumodan Paritta Suma gala G th II (Pandita memercikkan air pemberkahan) UNTUK OBAT ORANG SAKIT Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Buddh nussatiPENGGUNAAN Paritta DALAM UPACARA5 Dhamm nussati Sa gh nussati Saccakiriy G th Ratana Sutta (bait 4, 5, 6, 7 dan 14) Bojjha ga Paritta Sakkatv Tiratana Paritta Suma gala G th DI SAWAH (PEMBERKAHAN BENIH) Pubbabh ganamak ra/Vandan Tisara a Khandha Paritta Mah Jaya Ma gala G th Suma gala G th II (Pandita memercikkan air pemberkahan) JANJI JABATANP andita:Harap saudara mengulangi dengan penuh keyakinan apa yang akan saya diambil janjinya:Baik, :Namo Tassa Bhagavato Arahato Samm -Sambuddhassa (satu kali)Yang diambil janjinya:(mengulangi tiga kali)Pandita:Buddha Dhamma Sa gha sara a gacch diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Mus v d verama sikkh -pada sam diy diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Saya berjanji untuk tidak diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Semoga S la (Moral Yang Bersih), Sam dhi (Ketenangan), dan Pa 6 PENGGUNAAN Paritta DALAM UPACARA(Kebijaksanaan Dhamma) selalu menjiwai saudara dalam melaksanakan tugas dan kewajiban saudara.

7 Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Tiratana selalu melindungi diambil janjinya:S dhu! JANJI DI PENGADILANP andita:Harap saudara mengulangi dengan penuh keyakinan apa yang akan saya diambil janjinya:Baik, :Namo Tassa Bhagavato Arahato Samm -Sambuddhassa (satu kali)Yang diambil janjinya:(mengulangi tiga kali)Pandita:Buddha Dhamma Sa gha sara a gacch diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Mus v d verama sikkh -pada sam diy diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Saya berjanji tidak akan diambil janjinya:(mengulangi)Pandita:Semoga Dhamma/Kebenaran Sejati selalu menjadi dasar pikiran, ucapan dan perbuatan saudara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Tiratana selalu membimbing diambil janjinya:S dhu!PENGGUNAAN Paritta DALAM UPACARA7 CATATAN memimpin upacara-upacara, Pandita pemimpin upacara diharap mengenakan busana keadaan memungkinkan, dalam upacara-upacara dibuat cetiya (altar). Di atas altar ditempatkan : Patung atau gambar Sang Buddha.

8 Dupa dan tempat menaruh dupa (hio). Lilin dan lampu: minimal sepasang. Bunga: di talam atau di bisa diatur seindah pembacaan Paritta dimulai, yang mohon pemberkahan atau kedua orang tua dari yang bersangkutan, menyalakan lilin, dupa dan bernamask ra di depan altar dengan dipimpin oleh Pandita pemimpin bhikkhu atau s ma era dimohon melakukan pemberkahan, tata upacara adalah sebagai berikut : Pandita memimpin yang memohon pemberkahan atau kedua orang tua dari yang bersangkutan, dan semua umat yang hadir, membaca r dhan Tisara a Pa cas la (Permohonan tuntunan Tisara a dan Pa cas la): Ok sa aha Bhante .. ; atau Maya Bhante .. Pandita memimpin yang bersangkutan membaca r dhan Paritta (Permohonan membacakan Paritta ). Pada waktu bhikkhu atau s ma era membacakan Paritta dan memercikkan air pemberkahan, peserta upacara duduk bersikap a jali dengan Paritta DALAM UPACARAWISUDA UP SAKA/UP SIK membimbing calon up saka/up sik melakukan p j kepada Sang Tiratana dengan menyalakan lilin dan dupa di altar, kemudian bernamask ra tiga kali dengan mengucapkan kalimat-kalimat Namak ra G th.

9 (dalam wisuda bersama, calon tertua mewakili) mempersembahkan lilin, dupa dan bunga yang disusun dalam satu talam kepada bhikkhu yang akan memberikan tuntunan Tisara a dan Pa cas la, kemudian bernamask ra tiga kali (tanpa mengucapkan Namak ra G th ). mengucapkan kalimat pernyataan dalam bahasa P li dan juga terjemahannya sebagai berikut :Es ha bhante, sucira-parinibbutampi,Ta Bhagavanta sara a gacch mi,Dhamma ca bhikkhu-sa gha saka (up sika ) ma bhante dh retu,Ajjatagge p nupeta sara a gata .Bhante, saya mohon kepada Sang Buddha, yang walau pun telah lama Parinibb na, bersama Dhamma dan Sa gha menjadi Pelindung Bhante mengetahui, bahwa sejak hari ini sampai selama-lamanya saya adalah up saka (up sik ), yang telah menerima Tisara a sebagai Pembimbing saya.(Bhikkhu memberikan tuntunan Tisara a dan Pa cas la. Calon mengikuti apa yang diucapkan bhikkhu kalimat demi kalimat). memberikan wejangan Dhamma, dilanjutkan dengan percikkan air pemberkahan kepada up saka/up sik saka/up sik baru bernamask ra tiga kali (tanpa mengucapkan Namak ra G th ) kepada bhikkhu yang telah memberikan tuntunan Tisara a dan Pa cas la; kemudian ditutup dengan namask ra tiga kali kepada Sang Tiratana dengan mengucapkan Namak ra G th.

10 PENGGUNAAN Paritta DALAM UPACARA9 UPACARA menyalakan lilin, dupa dan memimpin namask pengantar singkat dari bertanya kepada masing-masing mempelai, apakah pernikahan ini bebas dari paksaan atau keduanya memberi jawaban dengan baik menyalakan tiga batang dupa untuk mempelai pria. Mempelai pria memegang dupa dalam sikap a jali, kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan dibimbing oleh Pandita kalimat demi kalimat, sebagai berikut :NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATOSAMM -SAMBUDDHASSA Saya mohon kepada semua yang hadir di sini, untuk menyaksikan, bahwa saya: .. telah mengambil: .. menjadi istri saya yang berjanji akan melindungi, mencintai dan memperhatikan istri saya dengan sungguh-sungguh dalam pikiran, ucapan dan Sang Tiratana selalu menerangi saya. Dupa ditempatkan di menyalakan tiga batang dupa untuk mempelai wanita. Mempelai wanita memegang dupa dalam sikap a jali, kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan dibimbing oleh Pandita kalimat demi kalimat, sebagai berikut :NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATOSAMM -SAMBUDDHASSA Saya mohon kepada semua yang hadir di sini, untuk menyaksikan, bahwa saya.