Example: air traffic controller

Terapi Inhalasi - Unand

Terapi Inhalasi Pendahuluan Terapi Inhalasi merupakan pilihan Terapi pemberian obat dengan tujuan untuk mengontrol atau Terapi kondisi akut pada penderita penyakit paru obstruksi Berbagaimacam cara dan peralatan Inhalasi telah dikembangkan dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya Pemberian obat-obatan dengan cara Inhalasi harus memperhatikan beberapa hal seperti efektifitas obat dan teknik Inhalasi Pemilihan peralatan Inhalasi tergantung pada ketersediaan, harga, pertimbangan klinisi, dan keterampilan dan kemampuan penderita Terapi Inhalasi Keuntungan Terapi Inhalasi adalah;. Penghantaran obat secara langsung ke saluran napas sehingga dosis total lebih rendah Absorpsi dan distribusi sistemik lebih rendah Efek samping minimal Keuntungan dari Terapi Inhalasi ini akan meningkatkan efek terapeutik dari obat Untuk mencapai hasil Terapi yg optimal obat Inhalasi harus dapat mencapai tempat kerjanya dalam saluran napas Obat Inhalasi dapat diberikan dalam

• DPI merupakan tipe inhaler yang breath-actuated artinya aliran inhalasi pengguna diperlukan untuk menghamburkan bubuk obat. • Keuntungan cara ini menghilangkan kesalahan akibat kurang mengerti cara pemakaian seperti pada MDI. Saat ini dikembangkan DPI yang tidak memerlukan propelan dan ramah lingkungan.

Tags:

  Actuated, Parties, Terapi inhalasi, Inhalasi

Information

Domain:

Source:

Link to this page:

Please notify us if you found a problem with this document:

Other abuse

Advertisement

Transcription of Terapi Inhalasi - Unand

1 Terapi Inhalasi Pendahuluan Terapi Inhalasi merupakan pilihan Terapi pemberian obat dengan tujuan untuk mengontrol atau Terapi kondisi akut pada penderita penyakit paru obstruksi Berbagaimacam cara dan peralatan Inhalasi telah dikembangkan dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya Pemberian obat-obatan dengan cara Inhalasi harus memperhatikan beberapa hal seperti efektifitas obat dan teknik Inhalasi Pemilihan peralatan Inhalasi tergantung pada ketersediaan, harga, pertimbangan klinisi, dan keterampilan dan kemampuan penderita Terapi Inhalasi Keuntungan Terapi Inhalasi adalah;. Penghantaran obat secara langsung ke saluran napas sehingga dosis total lebih rendah Absorpsi dan distribusi sistemik lebih rendah Efek samping minimal Keuntungan dari Terapi Inhalasi ini akan meningkatkan efek terapeutik dari obat Untuk mencapai hasil Terapi yg optimal obat Inhalasi harus dapat mencapai tempat kerjanya dalam saluran napas Obat Inhalasi dapat diberikan dalam bentuk aerosol yaitu suspensi partikel dalam gas 1 x semprotan Inhalasi dosisnya lebih kecil sampai 40x dibandingkan dengan obat oral utk medapatkan efek bronkodilatasi yg sama Terapi Inhalasi Pemberian obat bronkodilator adrenergic secara aerosol memperlihatkan

2 Efek yang lebih efektif dibanding pemberian secara intravena pada pengobatan asma, tidak hanya terhadap respons bronkodilatasi, namun juga dengan lebih rendahnya efek samping yang terjadi. Rossing TH, Fanta CH, Goldstein DH, Snapper JR. McFadden ER Jr. Emergency therapy of asthma: comparison of the acute effects of parenteral and inhaled sympathomimetics and infused aminophylline. Am Rev Respir Dis 1980; 122:365-71. Jenis Terapi Inhalasi Kriteria Terapi aerosol yang ideal;. murah mudah pemakaiannya Mudah dibawa, selektif mencapai saluran napas bawah sehingga efek samping minimal. Terapi Inhalasi dapat diberikan dengan inhaler dosis terukur (MDI/Metered dose inhaler), inhaler dosis terukur dgn spacer, nebuhaler, nebulizer, rotahaler atau diskhaler Macam macam sistem Inhalasi Metered Dose Inhaler (MDI).

3 Dry Powder Inhaler (DPI). Nebulizer Metered Dose Inhaler (MDI). Penggunaan MDI pertama kali memakai obat beta 2 agonis non selektif seperti isoprenalin dan adrenalin, kemudian digantikan obat beta 2 selektif ex: salbutamol, terbutalin, fenoterol dan formeterol Ukuran kecil, mudah dibawa, nyaman, obat langsung mencapai ke target serangan dapat diatasi dgn cepat dan relatif tidak mahal. Kesulitan biasanya antara koordinasi tangan dan saat menarik napas hingga obat lebih banyak yang tertinggal di orofaring dan hanya sedikit yang mencapai saluran napas bawah. Metered Dose Inhaler (MDI). Propelan (zat pembawa) yang bertekanan tinggi menjadi penggerak, menggunakan tabung aluminium (kanister).

4 Partikel yang dihasilkan oleh MDI adalah partikel berukuran <5 m. Surfaktan juga digunakan utk memberi rasa yang bisa diterima pemakai seperti lecithin, lecitsorbitol trioleate atau oleic acid. Yang terpenting pada MDI adalah katup terukur (metered valve ) yang secara akurat melepaskan partikel obat dengan dosis tertentu. MDI. Kekurangan MDI. Manuver tidak mudah (koordinasi Inhalasi dan gerakan harus baik). Partikel MDI yang langsung ke mulut memiliki kecepatan yang tinggi dan ukuran droplet yang besar yang berakibat tingginya deposisi obat di orofaring. Cara pakai dan kondisi optimal hanya sekitar 20% dosis yang mencapai paru. Obat Inhalasi yang mengendap di tenggorokan dan tertelan, tidak banyak manfaatnya karena akan dimetabolisme oleh hati menjadi metabolit yang inaktif.

5 Khlorofluorokarbon (CFC) merusak lapisan ozon Perlu instruksi dan pelatihan cara penggunaan alat. Kelembaban yang tinggi menjadi problem karena obat dapat menggumpal dan MDI tidak efektif pada temperature di bawah 5 derajat. Kekurangan MDI. Informasi sisa obat yang tinggal tidak ada Dosis yang dihasilkan bervariasi, pengendapan di paru bertambah menjadi 20-35% bila memakai spacer. Propelan yang digunakan biasanya CFC. Larangan memperoduksi CFC. mendorong penelitian mencari formula atau propelan baru. Belakangan ini digunakan hidrofluoroalkana (HFA) lebih ramah lingkungan. Keuntungan lain HFA adalah dosis yang tetap, Warmer spray, mengurangi jetting velocity dan menghindari efek cold freon di orofaring yang dapat mengurangi jumlah obat yang terinhalasi.

6 Kesalahan yang umum terjadi pada penggunaan MDI. Kurang koordinasi Terlalu cepat inspirasi Tidak menahan nafas selama 10 detik Tidak mengocok kanister sebelum digunakan Tidak berkumur setelah menggunakan MDI. Posisi MDI terbalik Penggunaan MDI. Penggunaan alat yang benar dosis obat tepat Penggunaan alat bantu (spacer)diperlukan untuk memperbaiki penghantaran obat ke paru Penggunaan MDI dengan alat bantu (spacer). pada anak Penggunaan MDIs dengan alat bantu (spacer). Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka pemakaian MDI. hendaknya mengikuti langkah-langkah berikut : Buka penutup Kanister dikocok agar obat tetap homogen Posisi tegak Lakukan ekspirasi Mulut inhaler diletakkan diantara bibir, kemudian bibir dirapatkan dan lakukan inspirasi perlahan hingga maksimal Tekan inhaler ketika inspirasi dalam dan pelan Teruskan inspirasi sampai maksimal Tahan napas hingga hitungan sepuluh pada inspirasi maksimal Keluarkan napas Keuntungan Spacer Spacer mengurangi laju dan ukuran partikel sehingga saat mencapai rongga mulut keadaannya lebih ideal.

7 Mengurangi deposisi obat di orofaring sebesar 45-95%. menjadi sekitar 3-35%. Untuk penggunaan pada anak besar ujung spacer dapat dilengkapi dengan mouthpiece, sedangkan pada anak kecil dan bayi ditambahkan masker pada ujung spacer. Pemberian spacer pada anak dan dewasa memberikan efek bronkodilatasi yang lebih bermakna dibandingkan dengan penggunaan MDI biasa. Dry Powder Inhaler (DPI). Pertamakali diperkenalkan tahun 1970 dengan kemasan single dose. Akhir tahun 1980 muncul model multidose. DPI merupakan tipe inhaler yang breath- actuated artinya aliran Inhalasi pengguna diperlukan untuk menghamburkan bubuk obat. Keuntungan cara ini menghilangkan kesalahan akibat kurang mengerti cara pemakaian seperti pada MDI.

8 Saat ini dikembangkan DPI yang tidak memerlukan propelan dan ramah lingkungan. Alat ini merupakan breath-ativated, sehingga tidak diperlukan koordinasi yang maksimal dan pengendapan di paru dapat lebih besar. Dry Powder Inhaler (DPI). DPI memerlukan flow rate inspirasi yang lebih tinggi untuk menghindari penggumpalan obat agar menghasilkan ukuran partikel yang diharapkan (respirable range). Kelembaban akan mempengaruhi formulasi tersebut sehingga mengendapan lebih banyak dimulut. Flow inspirasi yang kurang menyebabkan partikel tidak dapat tersebar dengan ukuran respirable range. Karena waktu paruh obat dalam ruang yang tidak berkatup sehingga 10 detik, Inhalasi harus dilaksanakan secepatnya.

9 Tidak diperbolehkan ekshalasi ke alat karena dapat menghamburkan obat dalam hole dan terjadi penggumpalan serta mengeras. Dry Powder Inhaler (DPI). Bentuk : rotahaler (single dose), diskhaler dan turbuhaler (multidose). Keterbatasan Rotahaler antara lain tidak praktis karena setiap pemakaian harus menyiapkan dulu. Keuntungan diskhaler antara lain satu diskus dapat dipakai beberapa kali dan ada indikator sisa obat. Turbuhaler merupakan DPI pertama yang melepaskan obat lebih banyak daripada MDI dengan penggunaan yang lebih mudah untuk pemakai. Catatan : alat ini peka terhadap kelembaban karena itu dianjurkan tidak disimpan ditempat yang kelembabannya tinggi misalnya kamar mandi.

10 DPI (Dry Powder Inhalers). DPI (Dry Powder Inhalers). DPI (Dry Powder Inhalers). Di Indonesia yg tersedia diskus, turbuhaler, handihaler, dan swinghaler Obat dihirup saat menarik napas, tidak diperlukan koordinasi tangan dan tarikan napas Tidak menggunakan propelan sehingga pasien harus dapat menarik napas dengan kuat Praktis dan mudah dibawa DPI (Dry Powder Inhalers). Cara Menggunakan Diskus BUKA KLIK HIRUP. TURBUHALER. Cara Penggunaan Turbuhaler Handihaler Penggunaan Handihaler Swinghaler Perbedaan MDI dan DPI. MDI membutuhkan koordinasi tangan/paru yang tinggi Banyak anak dan usia lanjut yang sulit menggunakan MDI secara benar Latihan berulang agar terampil dalam menggunakan MDI.


Related search queries