Transcription of BAB II KERANGKA TEORI A. Pengertian Masjid
1 28 BAB IIKERANGKA MasjidMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Masjid diartikan sebagai rumahatau bangunan tempat bersembayang umat Islam. Arti ini memang terlalusempit dan kurang begitu jelas maknanya, sebab kalau hanya tempat yangdipakai untuk sembayang umat Islam, tentunya bisa mushalla, langgar dansebagainya yang bisa digunakan untuk sembayang umat Sidi Gazalba, Masjid secara harfiah adalah tempat sembahyang,tetapi dalam bahasa Arab berati tempat sujud, karena berasal dari kata sajadah,sebagai tempat sujud, Masjid memiliki makna lebih luas, bukan sekedargedung, sebab dimanapun umat Islam bisa melaksanakan sujud ataupenghambaan kepada Allah sujud dalam Pengertian lahir berarti gerakan dan sujud dalampengertian batin adalah pengabdian, maka pengabdian memang akan lebih luasmaknanya dibanding sekedar tempat sujud. Sehingga Masjid sebagai salah satutempat sujud juga bisa memiliki makna lebih luas bukan sekedar tempatsembayang saja sebagaimana kebanyak umat Islam memahami danmempersepsi pada saat perkembangan MasjidSejarah pembangunan Masjid yang pertama kali dibangun oleh nabi ini didirikan diatas tanah milik seorang sahabat Anshar yang bernama Sahl dan 29 Suhail b.
2 Amr dimadinah setelahnabi baru saja tiba dari mekkah hijrah kemadinah. Di tanah milik Sahl dan Suhail ibn Amr juga didirikan rumah tempattinggal nabi yang kemudian satu kompleks dengan bangunan Masjid ini hanya berupa sebuah ruangan terbuka yangluas, keempat temboknya dibuat dari batu bata dan tanah. Atapnya sebagianterdiri dari daun kurma dan sebagian lagi dibiarkan terbuka, dengan salah satubagian digunakan sebagai tempat untuk kaum fakir miskin yang tidak punyatempat tinggal, boleh tinggal disana. Takada penerangan dalam Masjid jikamalam hari. Dan penerangan hanya menggunakan jerami dan ranting keciluntuk dibakar ketika nabi dan sahabatnya akan melaksanakan sholat isya, dankeadaan seperti ini berlangsung sampai hampir sembilan tahun dan setelah itubaru dipasang lampu-lampu minyak yang dipasang pada batang-batang kurmayang menjadi penyangga Masjid . Masjid dan rumah nabi dibuat secarasederhana, walaupun rumah nabi tentunya lebih dan rumah Nabi yang menjadi satu kompleks inilah mungkin kelakmendorong hampir semua aktifitas dakwah Islam dikembangkan lewat hanya itu nabi juga melakukan pengajaran tentang agama Islam didalam Masjid , nabi melakukan pembinaan juga didalam Masjid dan hampiraktifitas pengembangan Islam mungkin tidak bisa dilepaskan dari Masjid Masjid menjadi central bagi pengembangan dakwah, bahkanmasjid memiliki posisi dan kedudukan sangat penting dalam Islam, sehinggadalam sejarah orang-orang yahudi berusaha menciptakan Masjid tandingan 30guna merubah dan memecah belah persatuan umat Islam, sebagaimanadijelaskan dalam al-Qur an.
3 Dan (di antara orang-orang munafik itu) adaorang-orang yang mendirikan Masjid untuk menimbulkan kemudharatan (padaorang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangiAllah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah:"Kamitidak menghendaki selain kebaikan" dijelaskan dalam al Qur an sebagai manaartinya: Dan Allahmenjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalamsumpahnya) Dan ayat lain justru melarang kaum musyrik memakmurkanmasjid- Masjid Allah sebagai firman-Nya yang berbunyi, Tidaklah pantasorang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang merekamengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-siapekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka menjadi sebuah tempat sosialisasi ilmu agama dan ilmu-ilmulainnya, serta sebagai tempatuntuk melakukan kebajikan - kebajikan atas dasarketakwaan sebagaimana firman Allah yang berbunyi, Hanya yangmemakmurkan Masjid - Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepadaAllah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dantidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-1QS.
4 9: 9: 17. 31orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapatpetunjuk dan peran Masjid dalam dakwah dan peradaban IslamNabi memfungsikan Masjid bukan sekedar sebagai tempat ibadah atau untukmurni menyembah Allah, sholat, dzikir, membaca al-Qur an dan ihtikaf. TetapiNabi memfungsikan Masjid sebagai sebuah tempat yang bertemuanyakepentingan dunia dan kepentingan akherat. Mulai dari memberikan tauziyah,nasehat dan menyampaikan dakwah, pendidikan dan juga mengatur urusankeumatan, dari ekonomi hingga politik, dari persoalan rumah tangga hinggapersoalan juga menggunakan Masjid sebagai basis pelatihan militer yang saat itumemang dibutuhkan dalam mengembangkan Islam, Masjid juga digunakanuntuk aktifitas sosial, keagamaan dan kenegaraan. Semua aktifitas keumatandari hablu minalah sampai hablu minannas dipusatkan di menjadi tempat dan sarana mengembangkan kebudayaan danperadaban.
5 Kalau kitamenelusuri sejarah, bahwa nabi ketika setelah tiba dimadinah dalam hijrahnya itu, nabi tidak membangun istana, tidak membangunbenteng tetapi yang dibangun pertama kali adalah menjadi simbol bukan hanya penghambaan kepada tempat sujud tetapi Masjid juga merupakan titik tolak bagi sebuah3QS. 9 Gazalba,Mesjid: Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam,(Jakarta: Pustaka al-Husna,1994), , 32pondasi terwujudnya peradaban dunia Islam. Masjid menjadi berfungsi sebagaipusat dunia Islam, artinya menjadi pusat ibadah dan kebudayaan demikian peran Masjid menjadi sangat signifikan karenamengemban peran ke-Tuhanan dan kemanusiaan. Sehingga Masjid memilikiperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ibadah, mendorongkegiatan ekonomi; pemberdayaan umat, kegiatan sosial dan kemanusiaan;donor darah, bazar murah, penyantunan, kegiatan pendidikan, baik anak-anak,remaja atau dewasa dan kaum manula peneliti membayangkan Masjid menjadi basis seluruh kegiatanumat, memenuhi kebutuhan umat, sehingga umat akan tertarik dengan Masjid ,umat akan senang dan betah berada di Masjid dan tentunya hal ini akanmenjadi kekuatan baru dan sekaligus sebagai identitas muslim dalammenjalankan perintah-perintah Allah dan fenomena sebaliknya adalah Masjid - Masjid yang banyak dijumpaipeneliti tidak memiliki fungsi dan peran sebagaimana Masjid yang dicontohkannabi, memang bukan berarti kita kembali kepada masa lampau dan tekstualmemaknai fungsi dan peran mesjid dalam pengembangan banyak orang berpikir bahwa Masjid itu tempat sakral, khususuntuk ibadah, urusan ibadah adalah urusan murni hubungan kepada Tuhan,jangan dicampuri dengan urusan duniawi.
6 Menurut peneliti bahwamendikotomikan urusan dunia dan urusan akherat dalam memaknai fungsi danperan Masjid menurut hemat peneliti adalah pendangkalan , 33 Dalam sejarah yang dibaca oleh peneliti tidak menjumpai adanya dikotomiperan antara Masjid sebagai ibadah di satu sisi dan peran sosial kemanusiandisisi tidak pernah memisahkan antara kehidupan duniawi dankehidupan akherat, beliau juga mengurus kebutuhan dan kepentingan umat daripagi hingga malam, tetapi beliau juga tidak lupa dengan akherat di kala malambeliau selalu bersujud dan memohon ampun kepada Allah peneliti menyaksikan bahwa ada sesuatu yang berubah dari pemahamanpara ta mir Masjid tentang fungsi dan peran Masjid sebagai ibadah danpengembangan kebudayaan untuk mengarah pada terciptanya peradaban ini kebanyak masjidkalau tidak bisa dikatakan hampir semuanyamasjid- Masjid yang ada baik dibawah lembaga dakwah dan organisasikemasyarakatan atau perseorangan dan warga masyarakat baik yang beradadiperkotaan dan pedesaan, baik yang dikelola secara profesional atau sekedarala kadarnya, peneliti menjumpai fungsi dan peran Masjid hanya sebagaitempat ibadah, tidak lebih dan tidak ada beberapa Masjid yang berkembang menjadi tempatpendidikan, TPA tetapi juga hanya terbatas itu saja.
7 Sebab peneliti juga pernahmenyaksikan dunia ada seorang Ustad yang mengembangkan konsep integralfungsi dan peran Masjid lebih dari sekedar tempat peneliti meyaksikan sebenarnya banyak Masjid - Masjid yang jugamemiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan konsep yang terintegrasisehingga menjadi pusat pengembangan dakwah dan pengembangan keumatantetapi sekaligus juga menjadi pusat ibadah. Misalnya Mesjid Ampel atau 34 Masjid Sunan gersik, Masjid Kudus dan lainnya, yang selama ini hanyadikunjungi umat hanya untuk kegiatan ibadah ritual potensi pengembangan Islam baik secara ekonomi, social,ilmupengetahuandan kebudayaanmasjid- Masjid tersebut bisa menjadi daya tarikjika dikembangkan dengan mengambil pelajaran dan hikmah dari sejarah Nabidan sahabatmengembangkan Masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaanIslam. Jika Masjid - Masjid tersebut ter-managemen dengan baik, khususnyadalam hal pelayanannya terhadap jama ah tentu akan semakin besar dukunganjama ah terhadap pengembangan kegiatan Managemen MasjidManagemen adalah proses mengoordinasikan aktivitas-aktivitas kerjasehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang mengacu pada memperolehoutput(hasil) terbesar denganinput(sumber daya) terkecil.
8 Efektivitas sering digambarkan sebagai melakukanpekerjaan yang benar , yaitu aktivitas-aktivitas kerja yang membantuorganisasi mencapai adalah usaha yang dilakukan olehseorang manager dalam mengkoordinasi kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya yang dimiliki baik itusumber daya manusai, finansial, teknologi atau sumber daya fisik (bangunan,tanah dsb) secara efektif dan P. Robbin dan Mary Caoulter, terj. Harry Slamet,managemen jilid 1,(Indeks, 2009), managemen dikatakan berhasil jika organisasi tersebut bisa mencapai sasaran-sasarannya lebihbesar denganmenggunakan sumber daya yang dimiliki. Semakin besar capaian sasaran-sasarannya makamanagemen bisa dikatakan sukses. 35 Adapun fungsi Managemen:8terkait dengan fungsiperencanaan, yangmencakup proses perumusan sasaran, membangun strategi untuk mencapaimancapai sasaran tersebut, dan mengembangkan rencana guna memadukan danmengkoordinasikan sejumlah aktivitas,Pengorganisasian, upaya untukmerancang pekerjaan guna mencapai sasaran ini terkait dengan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harusmengerjakan, pengelompokkan tugas, jalur pelaporan tugas, dan siapa dan padalevel apa keputusan harus diambil.
9 Kepemimpinan, dalam menjalankanmanagemen tidak bisa dilepakan fungsi kepemimpinan, sebab managemenadalah bekerja dengan orang lain dalam mencapai sasaran organisasi secarabersama, maka bagaimana pemimpin bisa berkomunikasi, memotivasi danmenyelesaikan masalah yang dihadapi atau yang dihadapi oleh bawahannyadan melakukan pelatihan dan pembimbingan agar mereka bisa bekerja denganbaik sesuai sasaran organisasi (fungsi kepemimpinan) , karena para manager harus memastikan bahwa apa yang direncanakan, di delegasikan akan berjalandengan baik serta mengantisifasi danmemprediksi munculnya masalah sehigga tidak menggangu pencapaiansasaran, maka diperlukan pengendalian. Sehingga pengendalian adalah proses8 Ada beberapa pendapat tentang fungsi managemen, ada yang menggunakan istilah POAC (planing,organising, aktualing dan controling) dariGeorge R. Terry, ada yang menggunakan fungsi perencanaan,pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, substansinya sama dimana dalam aktualing peran sertamanager juga sangat diperlukan, sebab dalam menjalankan kegiatan managerialtidak bisa dipungkiri bahwakepemimpinan juga terwujud didalamnya.
10 Sehingga perbedaan fungsi-fungsi dikalangan ilmuan menagemenitu bukan bersifat substantif. Karena memang managemen adalah bagaimana mencapai sasaran organisasidengan menggunakan dan melibatkan sumberdaya lainnya, khususnya manusia maka istilah kepemimpinanlebih tepat dalam menjalankan managemen (lihat Stephen P. Robbin dan Mary Caoulter, terj. Harry Slamet,managemen jilid 1,(Indeks, 2009), , 36memantau, memperbandingkan, dan mengoreksi kegiatan-kegiatan dan orangyang menjalankan agar tercapai sasaran peran managemen mengacu pada kategori-kategori tertentu prilakumanagerial, antara lain:11 Peran antar pribadi,peran yang melibatkan orang dankewajiban lain yang bersifat seremonial dan legal, misalnyamemberikanucapan selamat datang bagi informasional,peran managerterkait dengan pemantauan, penyebaran,pengumpulan informasi danmenyebarkan pengambilan keputusan,peran ini terkaitbagaimana manager membuat keputusandari berbagai infomasi Managemen Masjid adalah bagaimana melakukan pengelolaan Masjiduntuk mencapai sasaran yang diinginkan dengan jalan melakukan koordinasiaktivitas-aktivitas baik finansial, maupun jama ah dalam rangka Memakmurkan Masjid .)