Transcription of ii - ULM
1 KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME, karena atas berkat dan rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan Buku ini. Penerbitan Buku Radiografi bertujuan agar proses pembelajaran dalam sistem berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dalam input, proses, maupun dalam evaluasinya. Dengan selesainya buku ini dapat memberikan panduan dan manfaat baik pada institusi pendidikan dokter gigi, dosen yang berperan sebagai pengajar, dan mahasiswa sebagai pengguna. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah memberikan support, dr. Huldani, MM. yang memberikan dorongan sehingga buku ini dapat terwujud, adik mahasiswa (Qatrunada, Yenni Salmah) serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, sehingga buku ini dapat selesai.
2 Penulis menyadari keterbatasan akan literatur dan sumber informasi terkait kajian dalam produksi materi, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan guna kesempuraan Buku Radiografi ini. Semoga buku Buku Radiografi ini dapat dipergunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Banjarmasin, Agustus 2019. Penulis ii DAFTAR ISI. Kata ii Daftar iii A. 1. B. Klasifikasi Radiografi Kedokteran 3. C. Radiografi 4. D. Radiografi 19. E. Radiografi 22. F. Radiografi Lateral 25. G. Radiografi 27. H. 31. I. 34. J. Radiografi Proyeksi Water' 34. K. Radiografi Proyeksi 36. L. Radiografi 37. M. Hasil 39. N. Bahaya Dan Proteksi Terhadap 41. Daftar 44. iii TEKNIK RADIOGRAFI. A. PENDAHULUAN.
3 Sinar x ditemukan oleh Wilhem C Rontgen, seorang professor fisika dari jerman saat melihat timbulnya fluoresensi yang berasal dari kristal barium platinosianida yang mendapat hadiah nobel pada tahun 1901. Akhir Desember 1895 dan awal Januari 1896 Dr. Otto Walkhoff (dokter gigi) dari jerman adalah orang pertama yang menggunakan sinar x pada foto gigi (premolar bawah). Pada tahun 1913 Collige menyampurnakan penemuan Rontgen dengan memodifikasi tabung yang digunakan. Tabung yang digunakan adalah tabung vakum yang di dalamnya hanya terdapat 2 elktroda yaitu anode dan katode. Tabung jenis ini kemudian disebut Hot Chatode Tube dan merupakan tabung yang dipergunakan untuk pesawat Rontgen konvesional yang sekarang.
4 Setahun setelah Rontgen menemukan sinar-X, maka Henri Becquerel, di Perancis, pada tahun 1896. menemukan unsur uranium yang mempunyai sifat yang hampir sama. Penemuannya diumumkan dalam kongres Akademi Ilmu Pengetahuan Paris pada tahun itu juga. Orang Indonesia yang telah menggunakan sinar Rontgen pada awal abad ini ialah Notokworo yang lulus dokter di Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 1912. Penggunaan sinar-X merupakan bagian tidak terpisahkan dari kedokteran gigi klinis karena hal ini dapat membantu dokter pada saat mendiagnosis suatu gejala klinis yang dialami oleh pasien melalui gambar radiologi (foto rontgen). Foto rontgen dibuat dengan sinar X yang melewati suatu objek dan berinteraksi dengan cairan fotografi pada film.
5 Interaksi ini menghasilkan warna 1. kehitaman pada film. Warna kehitaman ini bergantung pada jumlah sinar-X yang menyentuh film dan densitas objek. Foto rontgen dideskripsikan sebagai gambar dua dimensi yang terdiri dari bayangan hitam, abu-abu, dan putih dan sering disebut sebagai shadowgraph. Gambar 1. Dental Radiograph Jumlah pancaran sinar-X yang teratenuasi (terhenti) oleh objek menjadikan beberapa variasi radiodensitas bayangan, yaitu: Bayangan putih (radiopaque) merepresentasikan variasi struktur gigi yang menghentikan penuh pancaran sinar-X. Bayangan hitam (radiolucent) merepresentasikan area yang tidak menghentikan pancaran sinar-X. sama sekali. Bayangan abu-abu (radiointermediate). merepresentasikan area yang menghentikan pancaraan sinar-X dengan berbagai variasi.
6 Radiografi dental merupakan sarana pemeriksaan untuk melihat manifestasi oral di rongga mulut yang tidak dapat dilihat dari pemeriksaan klinis namun dapat dengan jelas terlihat gambaran seperti perluasaan dari penyakit periodontal, karies pada gigi serta kelainan patologis 2. rongga mulut lainnya. Radiografi dental menjadi pedoman untuk memaksimalkan hasil diagnosis yang terlihat dari interpretasi gambar. B. KLASIFIKASI RADIOGRAFI KEDOKTERAN. GIGI. Dalam bidang kedokteran gigi teknik radiografi yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu radiografi intra oral dan ekstra oral. a. Radiografi Intra Oral Radiografi intra oral pemeriksaan gigi dan jaringan sekitarnya dengan radiografi yang filmnya diletakan di dalam mulut pasien.
7 Pemeriksaan intra oral merupakan pokok dari radiografi kedokteran gigi. Radiografi intra oral terdiri atas beberapa tipe, yaitu: 1. Radiografi Periapikal 2. Radiografi Bitewing 3. Radiografi Oklusal b. Radiografi Ekstra Oral Radiografi ekstra oral adalah pemeriksaan radiografi yang digunakan untuk melihat area yang luas pada tengkorak kepala dan rahang. Pada radiografi ekstraoral film yang digunakan diletakan diluar rongga mulut. Radiografi ekstra oral terdiri atas beberapa tipe yaitu: 1. Radiografi Panoramik 2. Radiografi Lateral Jaw 3. Radiografi Sefalometri 4. Radiografi Postero-Anterior 5. Radiografi Antero-Posterior 6. Radiografi Proyeksi Water's 3. 7. Radiografi Proyeksi Reverse-Towne 8. Radiografi Submentovertex C.
8 RADIOGRAFI PERIAPIKAL. a. Pengertian Radiografi periapikal merupakan jenis radiografi intraoral yang bertujuan melihat keseluruhan makhota dan akar gigi (crown and root), tulang alveolar dan jaringan sekitarnya. Radiografi periapikal memiliki beberapa kegunaan yaitu untuk mendeteksi infeksi atau inflamasi periapikal, penilaian status periodontal, trauma yang melibatkan gigi dan tulang alveolar, gigi yang tidak erupsi, keadaan dan letak gigi yang tidak erupsi, penilaian morfologi akar sebelum ekstraksi, perawatan endodontik, penilaian sebelum dilakukan tindakan operasi dan penilaian pasca operasi apikal, mengevaluasi kista radikular secara lebih akurat dan lesi lain pada tulang alveolar serta evaluasi pasca pemasangan implant.
9 B. Teknik Pengambilan Radiograf Periapikal Ada dua teknik dalam pengambilan radiografi periapikal yaitu: teknik paralel dan bisekting. 1. Teknik Paralel Teknik paralel dikenal juga sebagai extension cone paralleling, right angle technique, long cone technique, true radiograph merupakan teknik yang paling akurat dalam pembuatan radiografi intraoral. Hal ini disebabkan karena pada teknik paralel pelaksanaan dan standarisasinya sangat mudah dengan kualitas gambar yang dihasilkan bagus dan distorsinya kecil. Teknik paralel dicapai dengan menempatkan film sejajar dengan aksis panjang gigi kemudian film holder diletakkan untuk menjaga agar film 4. tetap sejajar dengan aksis panjang gigi. Pemusatan sinar-x diarahkan tegak lurus terhadap gigi dan film.
10 Teknik paralel bila dilakukan dengan benar akan menghasilkan gambar dengan kualitas baik, validitas yang tinggi, akurasi linier dan dimensi yang tinggi tanpa distorsi. Keuntungan dari teknik paralel adalah tanpa distorsi, gambar yang dihasilkan sangat representatif dengan gigi sesungguhnya, mempunyai validitas yang tinggi, posisi relatif dari reseptor gambar sehingga berguna untuk beberapa pasien dengan cacat. Kerugian dari teknik paralel adalah sulit dalam meletakkan film holder, terutama pada anak-anak dan pasien yang mempunyai mulut kecil, pemakaian film holder mengenai jaringan sekitarnya sehingga timbul rasa tidak nyaman pada pasien, dan memposisikan film holder pada molar tiga bawah sangat sulit.