Example: confidence

MENYIMAK - Raden Intan

IMENYIMAKSTATEGI DAN IMPLIKASINYA DALAMKEMAHIRAN BERBAHASADr. Umi Hijriyah, M. Intan Lampung2016iiSanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukanperbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidanapenjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan /atau denda paling sedikit ,00 (satu juta), ataupidana penjara paling lama 7 (Tujuh) tahun dan / ataudenda paling banyak ,00 (lima milyarrupiah).2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,mengedarkan , atau menjual kepada umum suatu Ciptaanatau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkaitsebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana denganpidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan / atau dendapaling banyak ,00 (lima ratus juta rupiah).

menyimak dan “to hear” untuk mendengar. Menurut Poerwadarminta (1984: 941) “Menyimak adalah mendengar atau memerhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang”.Menyimak merupakan proses pendengaran, mengenal dan menginterprestasikan lambang-lambang lisan, sedangkan mendengar adalah suatu proses penerimaan bunyi

Tags:

  Mendengar, Menyimak

Information

Domain:

Source:

Link to this page:

Please notify us if you found a problem with this document:

Other abuse

Advertisement

Transcription of MENYIMAK - Raden Intan

1 IMENYIMAKSTATEGI DAN IMPLIKASINYA DALAMKEMAHIRAN BERBAHASADr. Umi Hijriyah, M. Intan Lampung2016iiSanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukanperbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidanapenjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan /atau denda paling sedikit ,00 (satu juta), ataupidana penjara paling lama 7 (Tujuh) tahun dan / ataudenda paling banyak ,00 (lima milyarrupiah).2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,mengedarkan , atau menjual kepada umum suatu Ciptaanatau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkaitsebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana denganpidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan / atau dendapaling banyak ,00 (lima ratus juta rupiah).

2 Hak cipta pada pengarangDilarang mengutip sebagian atau memperbanyak sebagian atauseluruh isi buku ini dengan cara apapun tanpa seizin penerbit,kecuali untuk kepentingan penulisan artikel atau karangan Buku:MenyimakStategi dan Implikasinya DalamKemahiran BerbahasaPenulis:Dr. Umi Hijriyah, M. :2016 Desain Cover:TimLayout oleh:TimPusatPenelitiandanPengabdianMasy arakatIAIN RadenIntan LampungJl. Letkol H. Endro Suratmin Kampus SukarameTelp. (0721) 780887 Bandar Lampung 35131 ISBN:978-602-423-005-0iiiKATA SAMBUTANDEKAN FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANIAIN Raden Intan LAMPUNGA ssalamu alaikum wr. ilmu dan teknologi dewasa inimenuntut adanya ketetapan konsepsi dan dapat diterapkannyadalam memecahkan masalah yang kita hadapi pada tiapbidang Tinggi yang mempunyai tugas utamameningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan yangdibinanya, selayaknya memberikan bekal yangmemadaiuntuk dapat mengembangkan dan mengamalkan ilmunyasecara profesional dalam mendarmabhaktikan diri sesuaiminat dan itu kami sebagai pimpinan Fakultas Tarbiyahdan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung menyambut baikterbitnya buku daras ini yang berjudul : MENYIMAK , Strategidan Implikasinya Dalam Kemahiran Berbahasa yang ditulisoleh Dr.

3 Umi Hijriyah, M. menyampaikan terimakasih dan penghargaankepada penulis serta menganjurkan kepada mahasiswaJurusan Bahasa maupun pembelajar bahasa lainnya agarmembaca buku ini sebagai upaya memperluas kata sambutan singkat ini, mudah-mudahan Allah Swt selalu melimpahkan rahmat dan kekuatankepada kita, sehingga dapat mensyukuri ni mat yang alaikum , Juni 2016 Dekan,Dr. H. Chairul Anwar, M. 195608101 198703 1001ivKATA PENGANTARA lhamdulillah, sesuai dengan kebutuhan yang ada diFakultasTarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Lampung dalam rangka melengkapi bahan bacaan mahasiswaIAIN sesuai dengan muatan kurikulum Fakultas TarbiyahIAIN secara nasional, buku inidapat ini bidang pengajaran bahasa secara umumsedikit banyaknya terpengaruh oleh adanya perkembangandan penemuan-penemuan dalam bidang keterampilan, ilmu,dan teknologi.

4 Pengaruh perkembangan tersebut tampak jelasdalam upaya-upaya pembaharuan sistem pendidikan ini dapat menjadisalah satu rujukan bagi paramahasiswa, para guru bahasa atau yang sedang menekunibidang Pembelajaran Bahasa dan khususnya terbitnya buku ini, diharapkan kiranya dapatmembantu para mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan KeguruanIAIN khususnya dan calon guru ataupun para pendidik dalammemahami berbagai teori, pendekatan, metode dan strategipembelajaran bahasa khusunya dalam membina kemahirankebahasaan sehingga pengalaman mengajar kelak dapatdiperkaya dan dapat lebih menarik dan efektif sesuai dengantujuan yang hendak dicapai untuk setiap mata pelajaran , Juni 2016 PenulisvDAFTAR ISISAMBUTAN DEKAN FAKULTAS TARBIYAHDAN KEGURUAN IAIN Raden INTANLAMPUNGKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB IURGENSI Menyimak11347 BAB IIPEMBELAJARANKETERAMPILAN yang MENYIMAK Peningkatan Materi Menyimak991212152122272934353740414547 BAB IIISTRATEGI Pembelajaran kegiatan Pembelajaran Mikro KegiatanMenyimakE.

5 Strategi Pembelajaran Pembelajaran Menyimak5456565877 BAB IVPENDEKATAN, METODE,MODEL, DAN TEKNIKPEMBELAJARAN VPENILAIAN Istilah Penilaian dan Tes Penilaian dan KemampuanMikro dan makro919193 BAB VIKETERAMPILAN yang Meningkatkan dalam Menyimak95959798989898 BAB VIIMODEL PEMBELAJARANMENYIMAK DI Laporan Dialog101101102103104104viiBAB VIIIPENTINGNYA KETERAMPILANMENYIMAK SEBUAHTINJAUAN PENDEKATANKONTEKSTUAL DALAMPEMBELAJARAN PendekatanKontekstual107107111 BAB IXMEMYIMAK DAN Meyimak dan antara MENYIMAK MENYIMAK yang mempengaruhimenyimak dan MENYIMAK dan MENYIMAK Menyimakdan Berbicara113113115117119123128 BAB XHAMBATAN-HAMBATANDALAM yangMempengaruhi Jelek dalam hal lain yang pada Proses kognitif Mengatasi Buruk Menyimak131131132133134134139141142 DAFTAR PUSTAKA173viii1 BAB I URGENSI MENYIMAK A.

6 Pengertian MENYIMAK MENYIMAK sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan. Namun, kalau kita pelajari lebih jauh, ketiga kata itu terdapat perbedaan pengertian. mendengar didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna dan pesan bunyi itu. Sedangkan MENYIMAK adalah proses mendengar dengan pemahaman dan perhatian terhadap makna dan pesan bunyi itu. Jadi, di dalam proses MENYIMAK sudah termasuk mendengar , sebaliknya mendengar belum tentu MENYIMAK . Di dalam bahasa Inggris terdapat istilah listening comprehension untuk MENYIMAK dan to hear untuk mendengar . Menurut Poerwadarminta (1984: 941) MENYIMAK adalah mendengar atau memerhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang . MENYIMAK merupakan proses pendengaran, mengenal dan menginterprestasikan lambang-lambang lisan, sedangkan mendengar adalah suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna itu.

7 Jika keterampilan MENYIMAK dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang lain, seperti keterampilan membaca, maka kedua 2 keterampilan berbahasa ini berhubungan erat, karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi. MENYIMAK berhubungan dengan komunikasi lisan, sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis. Dalam hal tujuan, keduanya mengandung persamaan, yaitu memperoleh informasi, menangkap isi, memahami makna komunikasi. Menurut Tarigan (1993: 20) mengemukakan pengertian MENYIMAK sebagai berikut: MENYIMAK adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, argumentasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap serta, memahami makna komunikasi yang disampaikan si pembicara melalui ucapan atau bahasa lisan.

8 Dari uraian di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa MENYIMAK adalah mendengarkan serta memerhatikan baik-baik apa yang dibaca atau diucapkan oleh si pembicara serta menangkap dan memahami isi dan makna komunikasi yang tersirat di dalamnya. Kegiatan MENYIMAK merupakan kegiatan berbahasa yang cukup kompleks karena melibatkan berbagai proses MENYIMAK dalam saat yang sama. Pada saat MENYIMAK mendengar bunyi berbahasa, pada saat itu pula mentalnya aktif bekerja mencoba memahami, menafsirkan apa yang disampaikan pembicara, dan pada saat itu ia harus menerima respons. Pada dasarnya respons 3 yang diberikan itu akan terjadi setelah terjadinya integrasi antara pesan yang didengar dengan latar belakang pengetahuan dan pengalaman penyimak. Respon itu bisa sama dengan yang dikehendaki pembicara dan bisa pula tidak sama.

9 Menurut H. G. Tarigan MENYIMAK adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. (Tarigan, 2008: 31) Menurut Anderson MENYIMAK sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambing-lambang lisan. Menurut (Russel 1959) MENYIMAK bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi. Menurut Hanapi Natasasmita MENYIMAK adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat MENYIMAK itu adalah suatu rentetan proses, mulai dari proses mengidentifikasi bunyi, menyusun penafsiran, memanfaatkan hasil penafsiran, dan proses penyimpanan, serta proses menghubung-hubungkan hasil penafsiran itu dengan keseluruhan pengetahuan dan pengalaman.

10 4 B. Tujuan MENYIMAK a. MENYIMAK untuk belajar dimana orang tersebut bertujan agar ia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. b. MENYIMAK untuk menikmati dimana orang yang MENYIMAK dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau diperdengarkan atau dipagelarkan (teruatama sekali dalam bidang seni) c. MENYIMAK untuk mengevaluasi dimana orang MENYIMAK dengan maksud agar ia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk, indah-jelek, tepat-ngawur, logis-tidak logis, dan lain-lain) d. MENYIMAK untuk mengapresiasi dimana orang yang MENYIMAK dapat menikmati seta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan berita, puisi, musik dan lagu, dialog, diskusi panel, dan pendebatan) e.


Related search queries