Example: bankruptcy

PENELITIAN CROSS SECTIONAL

PENEL ITIA N CROSS . SECTIONA L. PROGRA M D OK TOR. P E N D A H UL UA N. WHA T, WHEN, WHERE, WHY , WHOM A ND. HOW. L A TIHA N. AP A I TU P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? D ikenal juga dengan istilah studi prevalensi: Subyek sekaligus diklasifikasikan sebagai terkena dan tidak terkena kelainan serta terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti pada waktu yang sama A ngka prevalensinya membandingkan antara mereka yang terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti terhadap kelainan yang diteliti AP A I TU P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? Evaluasi hasil: O dds ratio, ukuran dari kuatnya hubungan antara variabel dikotomus faktor dan kelainan yang diteliti Tes chi-square dapat digunakan untuk mengevaluasi kemaknaan hubungan antara faktor dan kelainan yang diteliti secara statistik AP A I TU P E NE L I TI AN.

CROSS-SECTIONAL? Dikenal juga dengan istilah studi prevalensi: Subyek sekaligus diklasifikasikan sebagai terkena dan tidak terkena kelainan serta terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti pada waktu yang sama Angka prevalensinya membandingkan antara mereka yang terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti terhadap kelainan yang diteliti

Tags:

  Cross, Sectional, Cross sectional

Information

Domain:

Source:

Link to this page:

Please notify us if you found a problem with this document:

Other abuse

Advertisement

Transcription of PENELITIAN CROSS SECTIONAL

1 PENEL ITIA N CROSS . SECTIONA L. PROGRA M D OK TOR. P E N D A H UL UA N. WHA T, WHEN, WHERE, WHY , WHOM A ND. HOW. L A TIHA N. AP A I TU P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? D ikenal juga dengan istilah studi prevalensi: Subyek sekaligus diklasifikasikan sebagai terkena dan tidak terkena kelainan serta terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti pada waktu yang sama A ngka prevalensinya membandingkan antara mereka yang terpapar dan tidak terpapar faktor yang diteliti terhadap kelainan yang diteliti AP A I TU P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? Evaluasi hasil: O dds ratio, ukuran dari kuatnya hubungan antara variabel dikotomus faktor dan kelainan yang diteliti Tes chi-square dapat digunakan untuk mengevaluasi kemaknaan hubungan antara faktor dan kelainan yang diteliti secara statistik AP A I TU P E NE L I TI AN.

2 CR OS S -S E CT I ON A L ? A dalah suatu PENELITIAN yang menggunakan rancangan atau desain observasi dengan ciri-ciri sebagai berikut: semua pengukuran variabel (dependen dan independen) yang diteliti dilakukan pada waktu yang sama tidak ada periode follow-up K AP AN D I P I L I H P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? A pabila tujuan PENELITIAN ingin mengukur variabel dependen dan independen serta pola distribusinya A pabila ingin melakukan estimasi prevalens dari suatu fenomena kesehatan K ERA NGK A K ONSEP. HOST. FENOMENA. KESEHATAN. ENVIRON. AGENTS. MENT. K ERA NGK A K ONSEP.

3 FENOMENA KESEHATAN. HOST AGENTS ENVIRONMENT. AGE. SEX BIOLOGIC GEOGRAPHY. PHYSIOLOGY CHEMICAL CLIMITE. METABOLISM PHYSICAL HOUSING. PHYSICAL ACTIVITY OTHERS OTHERS. OTHERS. K ERA NGK A K ONSEP. MANIFESTATION. IMMEDIATE CAUSES IMMEDIATE CAUSES IMMEDIATE CAUSES. UNDERLYING CAUSES UNDERLYING CAUSES UNDERLYING CAUSES. G. BASIC CAUSES. D I M A N A D A P A T D I L A K UK A N. P E N E L I T I A N CR OS S -S E CT I ON A L ? D apat dilakukan dimana saja sesuai tujuan PENELITIAN dan subyeknya K omunitas Institusi K linik dll M E NGAP A D I P I L I H P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ?

4 K euntungan: 1) M udah untuk dilaksanakan 2) Hasil segera diperoleh 3) D apat menjelaskan hubungan antara fenomena kesehatan yang diteliti dengan faktor-2 terkait (terutama karakteristik yang menetap). 4) M erupakan studi awal dari suatu rancangan studi kasus-kontrol maupun kohort M E NGAP A D I P I L I H P E NE L I TI AN. CR OS S -S E CT I ON A L ? K ekurangannya: 1) Hanya kasus prevalens dan/atau yang tidak terkena dampak tertentu yang diteliti 2) Tidak bisa menyimpulkan hubungan sebab-akibat karena urutan waktunya tidak dapat ditentukan 3) Tidak cocok untuk kasus yang jarang terjadi 4) M embutuhkan skema sampling yang terencana baik sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk terpilih 5) M asalah non-respons B A G A I M A N A CA R A M E R E N CA N A K A N.

5 P E N E L I T I A N CR OS S -S E CT I ON A L ? FORM UL A SI PERTA NY A A N. PENEL ITIA N. M EM IL IH POPUL A SI D A N SA M PEL. M EM B UA T INSTRUM EN PENEL ITIA N. (V A L ID ITA S D A TA ). PENGUM PUL A N D A TA (RESPONSE. RA TE & QUA L ITY CONTROL ). A NA L ISIS D A TA. F OR M UL A S I P E R T A N Y A A N. P E NE L I TI AN. A pa masalah kesehatan yang akan diteliti Faktor2 apa saja yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut K larifikasi hubungan antara masalah tersebut dan faktor2 terkaitnya M E M I L I H P OP UL A S I D A N. SAM P E L. Populasi target, adalah populasi yang dibatasi kriteria klinis dan demografis Populasi terjangkau, adalah populasi terget yang dibatasi tempat dan waktu M E M I L I H P OP UL A S I D A N.

6 SAM P E L. Sampel berasal dari populasi yang memenuhi kriteria seleksi sbb: K riteria inklusi (untuk dapatkan populasi target yang terjangkau): 1) karakteristik klinis (diagnostik, prognostik). 2) karakteristik demografik (usia, seks). 3) karakteristik geografi (lokasi). 4) karakteristik waktu (lama PENELITIAN ). M E M I L I H P OP UL A S I D A N. SAM P E L. K riteria eksklusi: 1) K ontraindikasi untuk pengukuran 2) M asalah etik (bayi, anak, dll). 3) Perlakuan khusus (lansia, dll). 4) Tidak bersedia berpartisipasi M E M I L I H P OP UL A S I D A N. SAM P E L. K riteria drop-out: Tidak dapat melanjutkan PENELITIAN karena: 1) meninggal dunia, pulang paksa, tidak dapat dihubungi atau menolak melanjutkan PENELITIAN 2) mengalami perburukan fungsi organ tubuh atau ada komplikasi lain 3) tidak kooperatif selama PENELITIAN J UM L A H S A M P E L M I N I M A L.

7 Untuk mengetahui proporsi kelainan di populasi: { (Z1- )2 * p * (1-p)} /d2. Untuk mengetahui rerata parameter variabel di populasi: { (Z1- )2 * 2} /d2. J UM L A H S A M P E L M I N I M A L. Untuk membandingkan proporsi kelompok subyek dengan populasinya: { (Z 1- ) * V (p0* q0) + (Z 1- ) * V (p1* q1)} /(p1 p0). Untuk membandingkan rerata parameter variabel kelompok subyek dengan populasinya: 2 (Z 1- + Z 1- )2 /(x - )2. J UM L A H S A M P E L M I N I M A L. Untuk membandingkan proporsi kelompok subyek dengan kelompok subyek lain: Z 1- V (2* p* q) + Z 1- V (p1* q1+ p2* q2) /(p1 p2)2.

8 Untuk membandingkan rerata parameter variabel kelompok subyek dengan kelompok subyek ain: 2 2 (Z 1- + Z 1- )2 /( 1 2)2. J UM L A H S A M P E L M I N I M A L. Untuk mengetahui korelasi antara dua parameter variabel: { (Z + Z ) /(0,5 ln [(1+r) /(1-r)])} 2. M E M B UA T I N S T R UM E N. P E N E L I T I A N (V A L I D I T A S. D ATA). V ariabel adalah variasi karakteristik yang akan diteliti Parameter adalah nilai atau ukuran variabel yang dapat dinyatakan sebagai data dengan skala numerik atau kategori Indikator adalah kriteria atau batasan tertentu dari nilai variabel untuk mengoperasionalkan suatu variabel (definisi operasional).

9 M E M B UA T I N S T R UM E N. P E N E L I T I A N (V A L I D I T A S. D ATA). No V ariable Indicator M ethod Reference 1 Child wasting WHZ A nthropometric X X , 2004. 2 Infection White cell B lood smear Y Y , 2000. blood count 3 Care Scoring Interview ZZ, 2005. 4 D ietary intake Nutrient Recall A A , 2005. intake level M E M B UA T I N S T R UM E N. P E N E L I T I A N (V A L I D I T A S. D ATA). Pemilihan instrumen yang akan digunakan harus memperhatikan: Validitas Feasibilitas/kesesuaian: a. biaya b. peralatan c. metoda: 1) akurat: sensitivitas, spesifisitas 2) presisi: reliabilitas, reprodusibilitas, repeatabilitas M E M B UA T I N S T R UM E N.

10 P E N E L I T I A N (V A L I D I T A S. D ATA). Validitas: Mengukur apa yang memang harus kita ukur (contoh: mengukur BB dengan timbangan BB yang terstandardisasi). Akurasi: Tingkat ketelitian dari pengukuran variabel (contoh: 50 kg = 50 kg kg). M E M B UA T I N S T R UM E N. P E N E L I T I A N (V A L I D I T A S. D ATA). Sensitivitas: Kemampuan nilai ambang batas untuk mengidentifikasi dan klasifikasi subyek yang benar2. mengalami kelainan/penyakit (contoh: obesitas bila IMT >30). Spesifisitas: Kemampuan nilai ambang batas untuk mengidentifikasi dan klasifikasi subyek yang benar2.


Related search queries