Transcription of PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA …
1 PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN BIJI BUNGA MATAHARI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TEMPE TINGGI kandungan VITAMIN B3 UNTUK PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA BIDANG KEGIATAN : PKM-PENELITIAN Diusulkan oleh : Berliana Budi Putri 1510714041 2015 Sulistyani Meita Dewi 1610714015 2016 Fatimah Anggraini 1610714017 2016 Jasmine Ramadina Djumantara 1610714083 2016 Arruum Mayangsari 1610714091 2016 UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA JAKARTA 2016 ii PENGESAHAN USULAN PKM PENELITIAN EKSAKTA iii DAFTAR ISI PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN.
2 Ii DAFTAR ISI .. iii RINGKASAN .. iv BAB 1. PENDAHULUAN .. 1 Latar Belakang .. 1 Perumusan Masalah .. 2 Tujuan Penelitian .. 2 Luaran yang Diharapkan .. 2 Manfaat Penelitian .. 2 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA .. 3 Biji Bunga Matahari .. 3 Tempe .. 3 Hiperkolesterolemia .. 3 Vitamin B3 .. 5 BAB 3. METODE PENELITIAN .. 6 Waktu dan Tempat .. 6 Alat dan Bahan .. 6 Metode 6 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN .. 8 Anggaran Biaya .. 8 Jadwal Kegiatan .. 8 DAFTAR PUSTAKA .. 9 LAMPIRAN .. 11 Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota dan dosen pendamping.
3 11 Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan .. 18 Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas .. 20 Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan .. 21 iv RINGKASAN Kolesterol merupakan suatu masalah yang kompleks dalam tubuh manusia, kolesterol menjadi sebuah masalah bagi siapapun yang belum tahu betul tentang manfaat dan bahaya dari kolesterol. Hiperkolesterolemia merupakan sebuah gangguan metabolik lipoprotein yang ditandai dengan tingginya kadar LDL dan kolesterol (African Journal of Biochemical Research, 2010).
4 Hiperkolesterolemia bukanlah suatu penyakit tetapi gangguan metabolik yang bisa menyumbang dalam terjadinya berbagai penyakit terutama penyakit kardiovaskuler. Konsumsi bahan makanan yang mengandung tokotrienol, niasin (Vitamin B3), serat, dan Vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah (Budiatmaja, 2014). Biji bunga matahari merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan Vitamin B3 dan memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe. Menurut Bisping et al., 1993, fermentasi kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe dapat meningkatkan kandungan Vitamin B3 pada kacang kedelai secara signifikan.
5 Kadar Vitamin B3 yang telah meningkat dipergunakan untuk menurunkan tingkat kolesterol serum pada penderita hiperkolesterolemia. Peningkatan kadar Vitamin B3 pada proses fermentasi tempe inilah yang mendasari pengolahan biji bunga matahari sebagai tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan tempe dengan bahan baku biji bunga matahari, mengetahui kandungan gizi; terutama Vitamin B3; pada tempe biji bunga matahari, dan megetahui pengaruh konsumsi tempe biji bunga matahari terhadap kadar kolesterol total penderita hiperkolesterolemia.
6 Metode penelitian dibagi menjadi empat bagian, bagian pertama merupakan proses pembuatan tempe biji bunga matahari, bagian kedua merupakan uji Vitamin B3, bagian ketiga merupakan uji proksimat, dan bagian keempat merupakan uji kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia Kata kunci: Tempe, Biji Bunga Matahari, Kolesterol, Hiperkolesterolemia1 BAB 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kolesterol merupakan suatu masalah yang kompleks dalam tubuh manusia, kolesterol menjadi sebuah masalah bagi siapapun yang belum tahu betul tentang manfaat dan bahaya dari kolesterol.
7 Di dalam tubuh manusia, kolesterol diperlukan dalam jumlah tertentu sebagai komponen esensial membran struktural semua sel, dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf (Almatsier, 2010). Kolesterol terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam jaringan kelenjar dan di dalam hati, dimana kolesterol disintesis dan disimpan. Kolesterol juga merupakan bahan antara pembentukan sejumlah steroid penting, seperti asam empedu, asam folat, hormon-hormon adrenal korteks, estrogen, androgen, dan progesteron (Almatsier, 2010). Kolesterol bila terdapat dalam jumlah terlalu banyak di dalam darah dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan yang dinamakan aterosklerosis.
8 Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, dan bila pada pembuluh darah otak penyakit serebrovaskular (Almatsier, 2010). Hiperkolesterolemia merupakan sebuah gangguan metabolik lipoprotein yang ditandai dengan tingginya kadar LDL dan kolesterol (African Journal of Biochemical Research, 2010). Hiperkolesterolemia bukanlah suatu penyakit tetapi gangguan metabolik yang bisa menyumbang dalam terjadinya berbagai penyakit terutama penyakit kardiovaskuler. Di Indonesia, angka kejadian hiperkolesterol emia menurut penelitian MONICA I (1988) sebesar % untuk wanita dan 11,4 % untuk pria.
9 Pada MONICA II (1994) didapatkan meningkat menjadi 16,2 % untuk wanita dan 14% pria. (Anwar, 2004). Salah satu alternatif yang aman untuk menurunkan kadar kolesterol yaitu modifikasi pola diet. Diet yang dianjurkan adalah membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan mengkonsumsi makanan yang bersifat antihiperkolesterolemia. Konsumsi bahan makanan yang mengandung tokotrienol, niasin (vitamin b3), serat, dan vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah (Budiatmaja, 2014). Biji bunga matahari merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan vitamin B3 dan memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe.
10 Biji bunga matahari memiliki kandungan Niacin sebesar 4,2 mg/ 100 gram bahan sehingga biji bunga matahari menjadi sumber Vitamin B3 yang lebih baik daripada kacang kedelai dengan kandungan Niacin sebesar 2,3 mg/ 100 gram bahan. Menurut Bisping et al., 1993, fermentasi kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe dapat meningkatkan kandungan vitamin B3 pada kacang kedelai secara signifikan. Kadar Vitamin B3 yang telah meningkat dipergunakan untuk menurunkan tingkat kolesterol serum pada penderita hiperkolesterolemia. Peningkatan kadar vitamin B3 pada proses fermentasi tempe inilah yang mendasari pengolahan biji bunga matahari sebagai tempe.