Transcription of Etika Profesi Hukum
1 Etika Profesi Hukum Aprita, , DAFTAR ISI DAFTAR KATA PENGANTAR BAB 1 PENDAHULUAN A. pengertian Etika B. Alasan Mempelajari Etika Mempelajari Etika Etika Pembahasan Etika Etika sebagai Ilmu Pengetahuan H. Hubungan Etika Dengan Profesi Hukum BAB 2 Etika DAN Profesi Hukum A. pengertian Profesi B. Klasifikasi Profesi Profesi Hukum Etika dan Profesi Hukum E. Profesi Hukum dan Etika Profesi Hukum Profesi Hakim Penasihat Hukum Profesi Arbiter Profesi Dosen Hukum Profesi Notaris Profesi Kurator Profesi Auditor Hukum Profesi Anggota DPR Legislatif BAB 3 MORALITAS Moralitas B.
2 Faktor Penentu Moralitas Moralitas D. Moralitas dan Legalitas E. Hukum Moral Moral BAB 4 UKURAN BAIK DAN BURUK A. pengertian Baik dan Buruk B. Ukuran Baik dan Buruk BAB 5 KODE ETIK Profesi Hukum Kode Etik Profesi B. Fungsi Kode Etik Profesi Kode Etika Penasihat Hukum Kode Etika Arbiter Kode Etik Dosen Hukum Kode Etik Notaris Kode Etik Kurator Kode Etik Auditor Hukum Kode Etik Anggota DPR Legislatif C. Prinsip-Prinsip dalam Kode Etik Profesi Hukum D. Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi Hukum D.
3 Penegakan Hukum dalam Profesi KATA PENGANTAR PENULIS Bismillahirahmanirrahim Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT atas taufik dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan buku ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan untuk jujungan Nabi Muhammad SAW yang telah berjasa menyebarkan risalah Islam kepada umatnya. Buku yang ada ditangan pembaca bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Etika Profesi Hukum . Penulis membagi pokok bahasan dalam buku ini menjadi 5 Bab yaitu: Bab 1. Pendahuluan ;Bab dan Profesi Hukum ; Bab 3. Moralitas; Bab Baik dan Buruk; Bab Etik Profesi Hukum . Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa Fakultas Hukum dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan kepada calon sarjana Hukum mengenai Etika Profesi Hukum untuk nantinya bisa menjadi sarjana yang profesional dalam bidang Hukum dan bisa mengimplementasikan dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan Etika moral Profesi Hukum dalam bidang profesinya masing-masing.
4 Dengan hati yang tulus, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu dalam penyelesaian buku ini. Kepada kedua orang tua yang penulis cintai dan sayangi, Ir. H. Winarman dan dr. Hj. Nova Kurniati, , KAI, FINASIM, tiada kata yang dapat penulis sampaikan kecuali rasa terima kasih sebesar-besarnya yang telah rela berkorban sejak dalam buaian hingga menyekolahkan penulis demi menggapai cita-cita. Cinta dan kasih sayang tulus kalian membuat penulis untuk tetap tegar menyelesaikan penulisan buku ini. Semoga apa yang telah kalian lakukan akan menjadi amal soleh di hadapan Allah SWT. Ya Allah ampunilah dosa mereka dan sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi saya ketika masih kecil, berikanlah selalu mereka kesehatan, karunia, dan kepada suami terkasih, Rio Adhitya, , , terimakasih dengan setulus hati kusampaikan kepadamu, belahan jiwa yang senantiasa membakar semangat dan membantu lahir batin dalam penyelesaian buku ini.
5 Terima kasih untuk semangat yang tiada pernah henti dan pengertian yang begitu besar selama proses penyelesaian buku ini dan Anak Tersayang, Seira Shaqueena Syazani yang selalu menjadi sumber semangat bagi penulis untuk segera menyelesaikan penulisan buku ini dan terus berkarya dalam dunia pendidikan. Akhirnya, penulis menyadari bahwa penulisan buku ini masih jauh dari sempurna. Masukan, Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini pada kesempatan yang akan datang. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat kepada kita semuanya dan menganugerahkan rahmatNya atas semua bantuan dan doa kepada penulis selama proses penulisan buku ini. Palembang,September 2019 Aprita, , BAB I PENDAHULUAN A.
6 PengertianEtika Etika berasal daribahasa Yunani ethos dengan bentuk jamaknya yakni (ta etha), yang berarti kebiasaan. Etika sering dipadankan dan dikenal dengan kata moral atau moralitas yang berasal dari bahasa latin, yaitu mos dengan bentuk jamaknya yakni (mores), di mana artinya juga sama yakni kebiasaan. Sumaryono (1995) mengemukakan makna dari Etika , menurut beliau Etika berasal dari bahasa Yunani yakni Ethos yang memiliki arti yakni adat istiadat yang baik. Pemadanan makna antara Etika dengan moral bukanlah hal yang salah, namun kurang tepat. Hal ini dikarenakan Etika memiliki makna yang lebih luas daripada moral. Etika memiliki arti tidak hanya terbatas pada suatu sikap tindak dari seseorang namun juga mencangkup motif-motif seseorang melakukan sikap tersebut.
7 Berbeda halnya dengan moral yang terbatas pada sikap tindak lahiriah seseorang saja. Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan tersendiri dalam hal peyebutan Etika , yakni susila atau kesusilaan . Kesusilaan berasal dari bahasa Sangsekerta, yang terdiri dari dua suku kata yakni su dan sila. Kata su berarti bagus, indah, cantik. Sedangkan silamemiliki arti adab, kelakuan, perbuatan adab (sopan santun dan sebagainya), akhlak, moral. Dari dua arti suku kata tersebut maka dapat disimpulkan bahwa susila merupakan suatu kelakuan atau perbuatan yang baik dan sesuai dengan norma-norma maupun kaidah yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam agama Islam, Etika merupakan bagian dari akhlak.
8 Hal ini dikarenakan tidak hanya berkaitan dengan perbuatan manusia secara lahiriah namun juga keterkaitannya dengan akidah, ibadah dan syari ah oleh karenanya memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan pengertian Etika yang dikemukakan sebelumnya. Abdullah Salim berpendapat bahwa dalam Islam terdapat akhlak islami mencangkup hal-hal sebagai berikut: 1. Etos, yang mengatur hubungan seseorang dengan Khaliknya, al ma bud bi haq serta kelengkapan uluhiyah dan rubbubiyah, seperti terhadap rasul-rasul Allah, Kitab-nya dan sebagainya; 2. Etis, yang mengatur sikap seseorang terhadap dirinya dan terhadap sesamanya dalam kehidupan sehari-harinya; 3. Moral, yang mengatur hubungan dengan sesamanya, tetapi berlainan jenis dan atau menyangkut kehormatan tiap pribadi; 4.
9 Estetika, rasa keindahan yang mendorong seseorang untuk meningkatkan keadaan dirinya serta lingkungannya, agar kebih indah dan menuju kesempurnaan. Dengan mengikuti penjelasan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dirasa belum mampu menjelaskan secara komprehensif maka K. Bertens berusaha menjelaskan kembali makna dari Etika dengan menyatakan bahwa Etika dapat dibedakan dalam tiga arti yakni : 1. Etika dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseoarang atau suatu kelompok dalam mengatur perilakunya. Contohnya Etika suku Indian, Etika agama Budha, dan Etika Protestan. 2. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral. Contohnya adalah kode etik suatu Profesi .
10 3. Etika sebagai ilmu tentang yang baik dan yang buruk. Apa yang disebutkan terakhir ini sama artinya dengan Etika sebagai cabang filsafat. pengertian Etika yang pertama dan kedua dalam penjelasan K. Bertens sebenarnya mengacu pada pengertian Etika yang sama, yaitu Etika sebagai sistem nilai. Jika kita berbicara tentang Etika Profesi Hukum , berarti kita juga bicara tentang sistem nilai yang menjadi pegangan suatu kelompok Profesi , mengenai apa yang baik dan yang buruk menurut nilai-nilai Profesi itu. Biasanya nilai-nilai itu dirumuskan dalam suatu norma tertulis, yang kemudian disebut kode etik. Jadi, kiranya cukup jelas apabila Etika diartikan dalam dua hal, yaitu: Etika sebagai sistem nilai dan Etika sebagai ilmu, atau lebih tegas lagi sebagai cabang filsafat.