Example: bachelor of science

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PERMASALAHANNYA

1 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PERMASALAHANNYAK artika Ratna PertiwiJurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNYP engantarMasa REMAJA merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, yaitu masaperalihan dari anak menuju dewasa. Pada tahap ini, anak mengalami percepatanpertumbuhan, perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Oleh karenanya, REMAJA sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis ataukejiwaan yang timbul sebagai akibatterjadinya perubahan sosialHurlock (1973) memberi batasan masa REMAJA berdasarkan usia kronologis, yaituantara 13 hingga 18 tahun.

antara 13 hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah batasan tradisional, sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu: 1) remaja awal antara 11 hingga 13 tahun, 2) remaja pertengahan antara 14 hingga

Tags:

  Antara

Information

Domain:

Source:

Link to this page:

Please notify us if you found a problem with this document:

Other abuse

Advertisement

Transcription of KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PERMASALAHANNYA

1 1 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN PERMASALAHANNYAK artika Ratna PertiwiJurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNYP engantarMasa REMAJA merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, yaitu masaperalihan dari anak menuju dewasa. Pada tahap ini, anak mengalami percepatanpertumbuhan, perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Oleh karenanya, REMAJA sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis ataukejiwaan yang timbul sebagai akibatterjadinya perubahan sosialHurlock (1973) memberi batasan masa REMAJA berdasarkan usia kronologis, yaituantara 13 hingga 18 tahun.

2 Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalahbatasan tradisional, sedangkan aliran kontemporer membatasi usia REMAJA antara 11hingga 22 tahun. Lebih lanjut Thornburgh membagi usia REMAJA menjadi tiga kelompok,yaitu: 1) REMAJA awal antara 11 hingga 13 tahun, 2) REMAJA pertengahan antara 14 hingga16 tahun,dan 3) REMAJA akhir antara 17 hingga 19 REMAJA merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusiayangbatasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahuludianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan ataubatasan untuk pengkategorian REMAJA sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhirusia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertasnamun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai REMAJA dan sudah siap menghadapidunia orang dewasa.

3 Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saatyang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannyadengan jelas dapat diukur, REMAJA hampir tidak memiliki pola perkembangan yang perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karenakadang-kadangdiperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikapmandiri dan pada REMAJA merupakan proses untuk mencapaikemasakandalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Proses ini adalah sebuahproses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan2psikis pada sudut pandang KESEHATAN , tindakan menyimpang yang akanmengkhawatirkan adalah masalah yang berkaitan dengan seks bebas (unprotectedsexuality), penyebaran penyakit kelamin (sexual transmitted disease), kehamilan di luarnikah atau kehamilan yang tidak dikehendaki (adolescent unwanted pragnancy) dikalangan REMAJA .

4 Masalah-masalah yang disebut terakhir ini dapat menimbulkan masalah-masalah sertaan lainnya yaituunsafeaborsi dan pernikahan usia muda. Semua masalahini oleh WHO disebut sebagai masalah KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA , yang telahmendapatkan perhatian khusus dari berbagai organisasi internasional .Dari beberapa penelitian tentang perilaku REPRODUKSI REMAJA yang telah dilakukan,menunjukkan tingkat permisivitas REMAJA di Indonesia cukup (1992) merujuk beberapa penelitian yang hasilnya dianggapmengejutkan,menunjukkan bahwa REMAJA di beberapa daerah penelitian yang bersangkutan telahmelakukan hubungan ini bertujuan mengkaji masalah REMAJA yangberkaitan dengan KESEHATAN dan perilaku reproduksinya, serta upaya mengatasinyadengan rintisan program pendidikan KESEHATAN REPRODUKSI di RemajaMasa pubertas ditandai denganterjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputipenampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis(kematangan organ-organ seksual).

5 Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas inimerupakan peristiwa yang paling penting, berlangsung cepat, drastis, tidak beraturan danbermuara dari perubahan pada sistem REPRODUKSI . Hormon-hormon mulai diproduksi danmempengaruhi organreproduksi untuk memulai siklus REPRODUKSI serta mempengaruhiterjadinya perubahan tubuh. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahapdari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. Karakteristik seksualprimer mencakup perkembangan organ-organ REPRODUKSI , sedangkan karakteristik seksualsekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelaminmisalnya, pada REMAJA putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama), tumbuhnyarambut-rambutpubis, pembesaran buah dada, pinggul, sedangkan pada REMAJA putramengalamipollutio(mimpi basah pertama), pembesaran suara, tumbuh rambut-rambutpubis, tumbuh rambut pada bagian tertentu seperti di dada, di kaki, kumis dan beratdan tinggi badanjugamengikuti perkembangan kematanganseksual REMAJA .

6 Anak REMAJA putrimengalami pacu tumbuh (penambahan TB dan BB3dengan cepat) sebelum timbulnya tanda seks sekunder, padausia rata-rata 8-9 tahun,sedangkan menarche terjadirata-rata pada usia 12 tahun. Pada anak REMAJA putra, pacutumbuh mulai terjadi sedikit lebih lambatpada usia sekitar 10-11 tahun, sedangkanperubahan suara terjadi pada usia 13 terjadi makin awalnya tanda-tandapertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik, rangsangan darilingkungan,iklim, dan faktor fisik yang terjadi pada masa pubertas adalah akibat meningkatnyakadar hormone kelamin (sex hormones)

7 Yang diproduksi gonad dan kelenjar dirangsang oleh hormone gonadotropin dari kelenjar hipofisis, yang distimulasioleh rangsangan hormoneGNRH dari hypothalamus, yang baru dilepaskan setelahtercapai kematangan tubuh PsikologisRemajaKetika memasuki masa pubertas,setiap anak telah mempunyai sistem kepribadianyang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Di luar sistem kepribadiananak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi, pengaruh media massa,keluarga, sekolah, teman sebaya, budaya, agama, nilai dan norma masyarakat tidak dapatdiabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut.

8 Pada masa REMAJA , seringkaliberbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan REMAJA merupakan masa yang penuh gejolak,(suasana hati) bisa berubahdengan sangat cepat. Hasil penelitian menemukan bahwa remajarata-rata memerlukanhanya 45 menit untuk berubah darimood senang luarbiasa ke sedih luar biasa ,sementara orang dewasa memerlukan beberapa jamuntuk halyang sama. Perubahanmood(swing) yang drastis pada para REMAJA iniseringkali dikarenakan beban pekerjaanrumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatansehari-hari di rumah. Meskimoodremaja yangmudah berubah-ubah dengancepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala ataumasalah hal kesadaran diri, pada masa REMAJA para REMAJA mengalami perubahanyang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness).

9 Mereka sangatrentanterhadap pendapat orang lainyag membuatremaja sangatmemperhatikan diri merekadan citra yang direfleksikan (self-image).Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikanremaja akan berkurang dengansendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia beberapa dimensi perubahan yangterjadi pada REMAJA seperti yangtelahdijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan penyimpangan perilaku yangmengundangresiko padamasa REMAJA misalnya seperti penggunaan alcohol, tembakau dan zatlainnya, serta aktivitas pergaulan seksual yang perilaku yangmengundang resiko adalah bermacam macam danberhubungan denganrasa takut,dianggap tidak cakap.

10 Perlu untuk menegaskan identitas maskulin dan dinamikakelompokseperti tekanan teman KESEHATAN REPRODUKSI RemajaMasaremajajugadicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorangdalam berbagai hal, tidak terkecuali bidang dengan bertambahnyausia seseorang, organ reproduksipunmengalami perkembangan dan pada akhirnya akanmengalami masa pubertas, hormon-hormon yang mulai berfungsiselain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya,misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkankepuasan seksual.


Related search queries