Transcription of PEMASARAN INTERNASIONAL - Unila
1 PEMASARAN INTERNASIONAL (EBM 512058)OlehDR. DOROTHY PANDJAITAN, SE., STUDI DIPLOMA III PEMASARANFAKULTAS EKONOMIDAN BISNISUNIVERSITAS LAMPUNGTAHUN 2015 HALAMAN PENGESAHANJ udul Modul: PEMASARAN InternasionalMata Kuliah: PEMASARAN InternasionalKode Mata Kuliah:EBM 512058 Nama Penulis:Dr. Dorothy Pandjaitan, , Induk Pegawai: 198101262008012011 Fakultas/Jurusan/Program: Diploma III ManajemenPemasaranBandar lampung,1 Desember2015 Mengetahui:Wakil Dekan Bidang AkademikPenyusun,dan KerjasamaHi. Moneyzar Usman, , Dorothy , 19600621 198603 1 002 NIP198101262008012011 Menyetujui:Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu(LP3M)Dr. Ir. Murhadi, 19640326 198902 1 001 DAFTAR ISIDAFTAR ISIBAB I Instruksional Instruksi PEMASARAN Belakang Terjadinya PEMASARAN II SYARAT-SYARAT PEMASARAN Intruksional Tujuan Instruksi Syarat-syarat PEMASARAN Soal III STUDI KASUS DALAM PEMASARAN Intruksional Studi Kasus Latar Belakang Starbucks Permasalahan yang Dihadapi Starbucks Latihan IV BENTUK-BENTUK PEMASARAN Intruksional Modus Modus Modus Investasi Hak Soal V PROSEDUR EKSPOR DAN Intruksional Prosedus Soal VI STUDI KASUS DALAM PEMASARAN Intruksional Intruksional Studi Kasus Latar Belakang Permasalahan Soal VII STRATEGI PEMASARAN Intruksional Strategi Bauran PEMASARAN Strategi Berdasarkan Strategi Berdasarkan Boston Consulting StrategiBerdasarkan Product Life Strategi Strategi Strategi Multi
2 Level Strategi Strategi Meta Strategi Joint Soal VIIIKASUS DALAM PEMASARAN Intruksional Analisis Soal IX LINGKUNGAN PEMASARAN INTERNASIONAL DAN VISIGLOBAL MELALUI RISET PEMASARAN Intruksional Lingkungan Politik, Hukum, dan Informasi dan Teknologi dalam Lingkungan Politik Dalam PEMASARAN Lingkungan Hukum Dalam PEMASARAN Lingkungan Informasi dan Teknologi dalam PEMASARAN Visi Global Melalui Riset Pengertian Riset Ruang Lingkup Proses Riset Tujuan Variabel-Variabel Riset Proses Pengambilan Soal X KERJASAMA Intruksional Organisasi Bisnis Soal XI DAMPAK PEMASARAN Intruksional Dampak Positif Akibat PEMASARAN Dampak Negatif Akibat PEMASARAN Soal XII STUDI KASUS DALAM PEMASARAN Intruksional Kasus McDonald Latar Belakang McDonald Soal PUSTAKABall, Donald A.
3 & Wendell H. Mc Cullock. , Gregorius, dkk. 2004. PEMASARAN Global: Internasionalisasi danInternetisasi . , David W. Marketing International Grow , Cateora. PEMASARAN INTERNASIONAL (Jilid 1 dan 2), Jakarta: , Warren J. Manajemen PEMASARAN Global (Jilid 1 dan 2). Jakarta: IndeksObstfeld, Paul R. Krugman Maurice. INTERNASIONAL (Teori danKebijakan) Edisi PT Raja Grafindo PersadaPhilip, Kotler. Management. New York. Mc Grow Marketing. New York. Mc Grow , Henry. Ekonomi Intenasional. Jakarta: ErlanggaTjiptono, Fandi. PEMASARAN INTERNASIONAL dan :Penerbit Instruksional UmumSetelahperkuliahan bagian pertama atau pendahuluan dari materi PemasaranInternasional, diharapkan para peserta atau mahasiswa dapat, mengenal(cognitive),memahami (affective), dan mampu mengimplementasikan(psychomotor)
4 Berupa contoh-contoh mengenai PEMASARAN Instruksi KhususSetelahperkuliahan bagian pertama atau pendahuluan dari materi PemasaranInternasional, diharapkan para peserta atau mahasiswa dapat pengertian PEMASARAN berbagai latar belakang timbulnya dan berkembangnyapemasaran berbagai tujuan PEMASARAN secara umum faktor-faktor yang terkait dan mempengaruhidalam PEMASARAN secara umum langkah-langkah dalam PEMASARAN KlasikPemasaran INTERNASIONAL merupakan proses penyampaian barang atau jasadari produsen ke konsumen antar negara baik bilateral maupun produk yang diperdagangkan hanyalah produk ModeratPemasaran INTERNASIONAL merupakan aktivitas pemasran atau implementasi daribauran PEMASARAN antarnegara dengan maksud memuaskan konsumen baikbilateral maupun multilateral berupa produk fisik maupun produk non fisik (jasa).
5 PEMASARAN INTERNASIONAL juga bisadiartikan sebagai implementasi daripemasaran secara INTERNASIONAL antarnegara, baik bilateral maupun multilateraldengan berbagai PEMASARAN INTERNASIONAL berarti terjalinnya hubunganinternasional baik bilateral maupun itu istilah klasik pemasaraninternasional lebih dikenal dengan perdagangan INTERNASIONAL dan bahkan akhir-akhir ini lebih dikenal dengan istilah PEMASARAN global . Belakang Terciptanya PEMASARAN InternasionalPemasaran INTERNASIONAL timbul karena hal-hal sebagai Pasar Dalam NegeriKejenuhan ini disebabkan karena data penjualan sudah mencapai titikmaksimal untuk pasar dalam negeri, sehingga perusahaan berusaha mengambil3manfaat dari kesempatan yang terbuka untuk melakukan pertumbuhan Hubungan DiplomatikAspek politik menyebabkan timbulnya hubungan diplomatic sehinggamendorong terjadinya PEMASARAN EkonomiDalam perkembangannya, ekonomi dipengaruhi oleh hubungan yang simultanantara pendapatan negara yang ditimbulkan oleh ekspor dan impor, jika eksporimpor naik, maka pendapatan akan mengalami surplus dan sebaliknya jika ekspor-impor turun.
6 Maka pendapatan negara akan turun usaha yang mendukung dan termasuk dalamperkembanganekonomi adalah sebagai , yaitu menghasilkan produk untuk diri bahan baku yang bersifat alasan atau belum barang setengah barang barang barang-barangkebutuhan pengaruh aspek social pekembangan faktor pertahanan hal-hal diatas, PEMASARAN INTERNASIONAL timbul karena didasarikekuatan-kekuatan sebagai ManajemenPemasaran InternasionalOrientasi adalah asumsi atau keyakinan yang seringkali tidak disadarimengenai sifat dunia. Pendapat lain menyatakan bahwa orientasi berarti focuskajian mengenai sesuatu. Ada lagi yang menyatakan bahwa orientasi adalahpendekatan tertentu untuk menjelaskan sesuatu. Menurut Dr. Howard Perlmutter,konsep ini diimplementasikan dalam PEMASARAN INTERNASIONAL dan telahdikembangkanmenjadi empat EtnosentrisEtnosentris adalah suatu asumsi atau keyakinan bahwa negeri asalsendirilahyang perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggapkurang penting dibandingkan domestik dan terutama dilakukan untuk melemparkelebihan produksi muncul dari dominasi satu budayaatas budaya tersebut tidak hanya terkait dengan bidangbudaya, namun termasuk juga pada keterampilan teknik, manual, mental danbahkan etika dan ini terbentuk secara alami karena beberapafaktor orang secara historikal memiliki kecenderunganuntuk bersatu secara alami.
7 Dan entah bagaimana pola perilaku kolektif merekamenjadi mirip dan Ahlstrom dan Bruton (2010) pada budaya model etnosentrisme?tergambar adanya rasa superioritas kelompok tentang tradisiasal muasal kelahiranorganisasi mereka. Mereka yang berpandangan etnosentris percaya bahwa5carayang mereka lakukan adalah hal yang terbaik, tidak peduli dengan adanyaketerlibatan budaya bangsa lain. Mereka yang berpandangan etnosentriscenderung memproyeksikan nilai-nilai mereka terhadap orang lain, dan bahkanmelihat budaya orang lain sebagai sesuatu yang asing, aneh dan hanya sedikit atautidak bernilai sama sekali bagi mereka. Mereka berasumsi bahwa strategidomestik adalah yang terbaik dan lebih unggul ketimbang strategi yang bersumberdari pihak asing. Sekalipun mereka melakukan diversifikasi pasar domestik,dengan beroperasi pada pasar INTERNASIONAL , maka mereka senantiasa akanmembawa para manajer dari negara mereka, dengan tetap menerapkan hirarkiorganisasi yang masih sangat terpusat sebagai subordinasi langsung dari markasmereka yang terletak di negara asal.
8 Namun demikian, dengan membawa manajersendiri dari negara asal dapat memiliki beberapa dampak positif juga bagi negaratuan rumah (host countries), diantaranya terdapat aliran pengetahuan baru yangbisa diamanfaatkan. Sebaliknya, adanya perasaan lebih unggul terhadap budayalain, dengan menerapkan kebiasaan domestik pada pasar luar negeri,mengkibatkan kurangnya daya elastisitas, keterbukaandan fleksibilitas, yangberdampak pada peningkatanbiaya dan rendahnya PiliosentrisPolisentris adalah keyakinan yang didasari bahwa setiap negara unikdan berbedaserta cara untukmeraih sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri denganperbedaan unik dari setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaandidirikan di pasar luar anak perusahaan bekerja secara independendan menetapkan tujuan dan rencana PEMASARAN diorganisasikandengan dasarnegara per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan6pemasaran unik ini didasarkan pada filosofi bahwa lebih baikmenggunakan metode lokal untuk mengatasi permasalah lokal, ketimbangmemaksakan suatu solusi yang asing dan mengundang pertentangan.
9 OrientasiPolisentris mengasumsikan bahwa suatu tindakan para manajer di berbagai negaratidak perlu dikendalikan secara ketat oleh kantor pusat di negara domestik, dansekaligus memberi kesempatan kebebasan dalam betindak. Sayangnya, haltersebut sering memicu kebebasan yang berlebihan, sehingga timbul kekacauandan kurangnya koordinasi diantara cabang-cabang organisasi. Bahkan paramanajer lokal mulai enggan melaksanakan rekomendasi dari kantor pusat, akibatterlalu yakin pada pendiriannyadalam hal memahami pasar RegiosentrisOrientasi regiosentris hampir mirip dengan polisentris, namun organisasipolisentris tidak hanya mengakui adanya perbedaan sifat spesifik pada pasar luarnegeri, akan tetapi juga juga merasakan adanyasejumlah kesamaan dari masing-masing pasar luar negeri.
10 Oleh karena itu mereka merasa perlu membuatpengelompokkan pasar yang sama berdasarkan suatu wilayah, denganmengidentifikasi ciri-ciri yang sama (Radomska, 2010). Dengan kata lain, adanyakesamaan antar negara pada pasar yang terletak dalam salah satu wilayah ataukawasan telah memicu pengembangan dan penggunaan suatu strategi regionalterpadu. Dalam orientasi ini menyebutkan bahwa perusahaan memandang wilayahregional seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba mengembangkan strategipemasaran terpadu regional atau GeosentrisSuatu asumsi yang menyebutkan bahwa kita mungkin menemukan persamaan danperbedaan untuk merumuskan suatu strategi PEMASARAN terpadu regional atauduniadengan dasar persamaan dan perbedaan sebenarnya. Suatu organisasi yangberorientasi geosentris akan memperlakukan semua pasar luar negeri sebagaisuatu kesatuan, yakni sebagai pasar global.