Transcription of 3. - ESDM
1 -2- 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5111) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8.
2 Tahun 2018 tentang perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018. Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6186);. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010. Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5142);. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5172).
3 7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);. -3- 8. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 132). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 289);. 9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 782).
4 10. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah pertambangan yang Baik dan Pengawasan pertambangan mineral dan Batubara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 596);. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA. mineral TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAIDAH. TEKNIK pertambangan YANG BAIK. KESATU : Menetapkan pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik yang terdiri atas: a. pedoman permohonan, evaluasi, dan/atau pengesahan kepala teknik tambang, penanggung jawab teknik dan lingkungan, kepala tambang bawah tanah, pengawas operasional, pengawas teknis, dan/atau penanggung jawab operasional yang tercantum dalam Lampiran I.
5 B. pedoman pengelolaan teknis pertambangan yang tercantum dalam Lampiran II;. c. pedoman pelaksanaan keselamatan pertambangan dan keselamatan pengolahan dan/atau pemurnian mineral dan batubara yang tercantum dalam Lampiran III;. -5- LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA mineral . REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 1827 K/30/MEM/2018. TANGGAL : 7 Mei 2018 2018. PEDOMAN PERMOHONAN, EVALUASI, DAN/ATAU PENGESAHAN KEPALA. TEKNIK TAMBANG, PENANGGUNG JAWAB TEKNIK DAN LINGKUNGAN, KEPALA TAMBANG BAWAH TANAH, PENGAWAS OPERASIONAL, PENGAWAS. TEKNIS, DAN/ATAU PENANGGUNG JAWAB OPERASIONAL. A. RUANG LINGKUP. Pedoman Permohonan, Evaluasi, dan/atau Pengesahan Kepala Teknik Tambang, Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan, Kepala Tambang Bawah Tanah, Pengawas Operasional, Pengawas Teknis, dan/atau Penanggung Jawab Operasional meliputi: 1.
6 Permohonan, evaluasi, dan pengesahan Kepala Teknik Tambang;. 2. permohonan, evaluasi, pengesahan Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan;. 3. permohonan, evaluasi, dan pengesahan Kepala Tambang Bawah Tanah;. 4. permohonan, evaluasi, dan pengesahan Pengawas Operasional;. 5. pengesahan Pengawas Teknis; dan 6. permohonan, evaluasi, pengesahan, dan evaluasi kinerja Penanggung Jawab Operasional B. ACUAN. 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009. Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4959);. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059).
7 -6- 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587). sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5111) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2018 tentang perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6186).
8 5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha pertambangan mineral dan Batubara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5142);. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010. Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5172);. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);. -7- 8. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 42 Tahun 2016 tentang Standardisasi Kompetensi Kerja di Bidang pertambangan mineral dan Batubara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1885).
9 9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 43 Tahun 2016 tentang Penetapan dan Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Khusus Pengawas Operasional di Bidang pertambangan mineral dan Batubara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1886);. 10. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 26. Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah pertambangan yang Baik dan Pengawasan pertambangan mineral dan Batubara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 596);. C. PENGERTIAN. 1. Kepala Inspektur Tambang yang selanjutnya disebut KaIT adalah pejabat yang secara ex-officio menduduki jabatan Direktur yang mempunyai tugas pokok dan fungsi di bidang keteknikan dan lingkungan pertambangan mineral dan batubara pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertambangan mineral dan batubara.
10 2. Inspektur Tambang adalah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Inspektur Tambang. 3. Kepala Teknik Tambang yang selanjutnya disingkat KTT adalah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah pertambangan Yang Baik dan Pengawasan pertambangan mineral Dan Batubara. 4. Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan yang selanjutnya disingkat PTL adalah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya mineral Nomor 26 Tahun 2018. tentang Pelaksanaan Kaidah pertambangan Yang Baik dan Pengawasan pertambangan mineral Dan Batubara.